Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam memperjuangkan hak-hak kaum tani. Ferry menilai momentum ini sangat penting untuk menyinergikan gerakan reforma agraria dengan badan usaha koperasi.
Secara khusus, Ferry memuji kepemimpinan Ketua Umum SPI, Henry Saragih, yang juga pernah menjabat sebagai koordinator La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional). Dedikasi Henry dinilai luar biasa dalam memperjuangkan kedaulatan petani, baik di kancah nasional maupun global.
“Ini menjadi momen yang sangat penting, perjuangan panjang Serikat Petani Indonesia patut kita apresiasi. Bung Henry Saragih… telah menunjukkan dedikasi luar biasa bagi kedaulatan petani,” ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (6/2).
Transformasi Kelompok Tani Jadi Koperasi
Merespons perjuangan tersebut, Kementerian Koperasi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan ekonomi di lingkungan SPI. Ferry mendorong agar kelompok-kelompok usaha petani yang ada saat ini segera bertransformasi menjadi koperasi formal.
Menurut Ferry, wadah koperasi sangat krusial agar pengelolaan aset, khususnya lahan perhutanan sosial dan objek reforma agraria, dapat dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh anggota.
“Kementerian Koperasi berkomitmen mendorong penguatan koperasi di lingkungan Serikat Petani Indonesia… Koperasi inilah yang ke depan diharapkan mampu mengelola lahan perhutanan sosial maupun objek reforma agraria secara profesional dan berkeadilan,” tegasnya.
Menuju Kedaulatan Pangan
Politikus Partai Gerindra ini berharap model kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan SPI dapat menjadi pilot project yang sukses. Jika berhasil, model ini akan direplikasi oleh organisasi-organisasi petani lainnya di seluruh Indonesia.
Tujuan akhirnya adalah mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan nasional yang tidak dikuasai segelintir korporasi, melainkan berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi.
“Model kolaborasi dan sinergi antara kementerian dan organisasi petani ini diharapkan dapat direplikasi oleh organisasi petani lainnya, sebagai jalan nyata mewujudkan kedaulatan pangan berbasis koperasi,” pungkas Ferry.










