Gebrakan Ekonomi Desa! Menkop Ferry & Agrinas Kebut Pembangunan 80.000 Gerai Koperasi Merah Putih se-RI

Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono/IG

JAKARTA, Generasi.co — Pemerintah melalui Kementerian Koperasi mulai tancap gas merealisasikan pemerataan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput. Tidak tanggung-tanggung, sebuah megaproyek bernama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini tengah dikebut untuk menghadirkan lebih dari 80.000 gerai fisik di seluruh pelosok Indonesia.

Langkah percepatan ini dipastikan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, saat menyambangi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara di Jakarta, Senin (16/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menkop menggelar pertemuan terbatas dengan Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, guna meninjau langsung progres pembangunan di lapangan.

“Gerai-gerai ini nantinya akan menjadi simpul distribusi ekonomi rakyat sekaligus pusat aktivitas ekonomi di desa dan kelurahan,” tegas Ferry Juliantono menggarisbawahi fungsi strategis KDKMP.

Integrasi Logistik Pangan dan Standardisasi Nasional

Menkop Ferry optimistis target raksasa ini dapat dieksekusi dengan baik lewat kolaborasi erat antara Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Pangan Nusantara. Koordinasi tingkat tinggi terus dilakukan demi memastikan kesiapan operasional gerai tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi benar-benar hidup dan menggerakkan roda ekonomi desa.

Beberapa fokus utama dalam percepatan gerai KDKMP ini meliputi:

  • Ekosistem Terintegrasi: Membangun sistem distribusi dan pengelolaan usaha yang terhubung langsung dengan ekosistem logistik pangan nasional.
  • Standardisasi Layanan: Melakukan verifikasi ketat dan standardisasi layanan agar seluruh unit usaha KDKMP di berbagai daerah memiliki kualitas yang setara dan profesional.
  • Percepatan Konstruksi: Mendorong pembangunan fisik di berbagai lokasi secara masif agar capaian signifikan dapat segera terlihat dalam waktu dekat.

Motor Penggerak Kemandirian Ekonomi

Proyek 80.000 gerai KDKMP ini bukan sekadar target kuantitatif, melainkan wujud nyata dari strategi negara untuk memotong rantai pasok yang selama ini merugikan rakyat kecil. Dengan memusatkan perputaran barang dan modal di desa, masyarakat tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi juga aktor utama distribusi pangan.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita berharap jaringan koperasi ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di seluruh Indonesia,” pungkas Menkop Ferry.