Menkop Ferry: Koperasi Harus Kuasai Ekosistem Tebu dari Hulu ke Hilir

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono/Pemkab Lamongan

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong koperasi agar mengambil peran sentral dalam pengelolaan ekosistem tebu nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Hal tersebut disampaikan Ferry usai menerima audiensi pengurus Koperasi Primer Tebu Rakyat di Jakarta, Senin (19/01).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menilai peningkatan produksi tebu di Indonesia saat ini harus diimbangi dengan manajemen yang tepat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani.

“Produksi tebu di Indonesia yang terus meningkat harus kita kelola dengan cara yang tepat, agar ekosistem produksinya dapat dikelola oleh koperasi dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga distribusi,” ujar Ferry.

Siapkan Pembiayaan LPDB

Untuk merealisasikan target tersebut, Ferry memastikan pemerintah siap memberikan dukungan konkret melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Ia menjanjikan akses pembiayaan dan penguatan kelembagaan agar koperasi tebu bisa bertransformasi menjadi entitas bisnis yang modern dan mandiri.

“Melalui LPDB Koperasi, kami siap memberikan dukungan pembiayaan dan penguatan kelembagaan agar koperasi tebu semakin mandiri, modern, dan berdaya saing,” tegasnya.

Dukung Swasembada Pangan

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, penguatan koperasi tebu merupakan langkah strategis untuk mendukung cita-cita swasembada pangan nasional.

“Inilah langkah nyata koperasi untuk memperkuat swasembada pangan nasional, menyejahterakan petani, dan memastikan kedaulatan pangan berada di tangan rakyat,” pungkas Ferry.

Dalam pertemuan tersebut, Ferry turut didampingi sejumlah jajaran, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Mitigasi Risiko dan Kepatuhan David Bastian, Staf Khusus Bidang Literasi dan Pemberdayaan Media Niko Nararya, Dewan Pengawas LPDB Rudi Wijaya, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana.