Pemerintah Prabowo Anggarkan Rp11,07 Triliun untuk Program LPDP di 2026

Presiden RI Prabowo Subianto (Sumber: Biro Humas Kemensetneg)
Presiden RI Prabowo Subianto (Sumber: Biro Humas Kemensetneg)

Dana LPDP 2026 capai Rp11,07 triliun. Pemerintah targetkan 8.000 penerima beasiswa baru dan 25 riset baru untuk dorong SDM unggul.

Generasi.co, Jakarta – Pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp11,07 triliun untuk mendukung program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun anggaran 2026. Rencana ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan dan RAPBN 2026.

Dari total anggaran tersebut, alokasi dana akan mencakup beberapa program utama. Beasiswa native LPDP memperoleh porsi terbesar dengan nilai Rp7,39 triliun. Sementara itu, beasiswa gelar dan non-gelar untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dialokasikan sebesar Rp2,94 triliun.

Kementerian Agama (Kemenag) mendapat alokasi Rp735,9 miliar untuk beasiswa serupa, dan pendanaan riset LPDP sebesar Rp21,5 miliar. Tambahan dana abadi juga dialokasikan dengan rincian sebagai berikut.

“Dana Abadi Penelitian sebesar Rp1,25 triliun, Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp472,5 miliar, dan Dana Abadi Perguruan Tinggi sebesar Rp945,0 miliar,” tulis keterangan dalam Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026, dikutip pada Rabu (20/8/2025).

LPDP juga menargetkan pemberian beasiswa kepada 8.000 peserta baru pada 2026, dengan 13.874 mahasiswa melanjutkan studi. Dalam bidang penelitian, direncanakan pendanaan untuk 25 riset baru dan 75 riset lanjutan.

Pemerintah menekankan bahwa investasi berkelanjutan pada dana abadi pendidikan akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Meningkatkan kualitas pergururan tinggi yang mampu bersaing secara global, meningkatkan jumlah dan kualitas riset di Indonesia, serta tersedianya dana untuk pendidikan antargenerasi,” lanjut isi dokumen RAPBN.

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan pada 15 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan komitmennya terhadap program LPDP dengan menargetkan 4.000 beasiswa melalui lembaga tersebut.

“2026 LPDP targetnya beri beasiswa sebanyak 4.000 beasiswa,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menyebutkan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari visi dan misinya untuk memperkuat kualitas SDM Indonesia, terutama dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

“Semua untuk mewujudkan generasi cerdas, inovatif, dan produktif, serta bisa bersaing. Kita harus kejar ketertinggalan kita di sains, teknologi, engineering, dan matematika,” tegas Prabowo.

Dalam rangka penguatan sektor pendidikan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp757,8 triliun dari APBN 2026, setara 20% dari total anggaran negara. Anggaran ini meliputi Program Indonesia Pintar untuk 21,1 juta siswa, KIP Kuliah bagi 1,2 juta mahasiswa, serta gaji dan peningkatan kompetensi guru senilai Rp178,7 triliun.

“Pemerintah siapkan anggaran pendidikan 20%, yaitu sekitar Rp757,8 triliun untuk 2026, terbesar sepanjang sejarah NKRI,” ujar Prabowo.

(BAS/Red)