Seoul, Generasi.co — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), memberikan kuliah umum di salah satu universitas paling prestisius di dunia, Seoul National University (SNU), Korea Selatan, Rabu (29/4/2026). Di hadapan para profesor, mahasiswa pascasarjana GSIS (Graduate School of International Studies), serta pelajar asal Indonesia, Ibas menekankan pentingnya peran Generasi Z dan Alpha dalam membentuk wajah dunia baru.
Membuka paparannya dengan filosofi “tak kenal maka tak sayang”, lulusan doktor Manajemen Bisnis IPB University ini mengajak civitas academica SNU untuk melihat melampaui batas teknologi.
“Dunia sedang bertransformasi, namun kekuatan utama masa depan bukan hanya pada teknologi, melainkan pada manusia—khususnya kreativitas generasi muda. Generasi muda bukan sekadar pewaris masa depan, tetapi perancang masa depan itu sendiri,” tegas Ibas.
Soroti ‘Creator Economy’ dan Soft Power Budaya
Ibas menggarisbawahi munculnya era creator economy, di mana ide dan orisinalitas kini menggantikan sumber daya tradisional sebagai modal utama ekonomi global. Ia memuji keberhasilan Korea Selatan yang mampu mengonversi budaya menjadi soft power kelas dunia.
“Kita melihat bagaimana Squid Game, BLACKPINK, hingga film Parasite menaklukkan dunia. Indonesia memiliki potensi serupa melalui kekayaan budaya dan energi kreatif generasi mudanya. Globalisasi tidak boleh menggerus identitas nasional, melainkan harus memperkuat kontribusi bangsa di tingkat internasional,” paparnya.
Sinergi Indonesia-Korea Selatan di Kawasan Indo-Pasifik
Ibas menilai kolaborasi kedua negara adalah kemitraan strategis yang saling melengkapi (complementary). Korea Selatan unggul dalam inovasi digital, sementara Indonesia memiliki bonus demografi dan pasar digital yang tumbuh pesat.
Dekan GSIS SNU, Sheen Seong-ho, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Ibas sebagai representasi pemimpin muda Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan, foto Ibas akan dipajang di Hall of Distinguished Guest SNU sebagai salah satu pembicara kehormatan (Distinguished Lecturers).
Tiga Pesan Utama untuk Mahasiswa
Dalam penutup kuliah umumnya, Ibas menitipkan tiga pesan penting bagi para mahasiswa:
- Inovasi Tanpa Batas: Teruslah berkreasi tanpa rasa takut akan kegagalan.
- Kedaulatan Identitas: Pahami dan jaga akar budaya di tengah arus globalisasi.
- Kolaborasi Global: Perkuat jaringan lintas negara untuk menciptakan dampak nyata.
Ajang Silaturahmi dengan PERPIKA
Di sela kunjungannya, Ibas yang didampingi sang istri, Aliya Rajasa Yudhoyono, menyempatkan diri menyapa mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PERPIKA (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan). Kehadiran Ibas menjadi penyemangat bagi para pelajar di perantauan untuk terus berprestasi dan membawa nama baik bangsa di kancah internasional.
Poin Kunci Kuliah Umum Dr. Edhie Baskoro di SNU
| Topik Utama | Esensi Pemikiran |
| Visi Generasi | Generasi muda sebagai subjek (perancang), bukan objek masa depan. |
| Ekonomi Kreatif | Pemanfaatan digital creator economy sebagai modal baru bangsa. |
| Diplomasi Budaya | Pentingnya soft power untuk memperkuat posisi tawar negara. |
| Jati Diri | Berpikir global, bertindak lokal (Think Global, Act Local). |










