Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyiapkan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai “sekoci” penyelamat di tengah sulitnya lapangan kerja formal. Program ini secara spesifik ditargetkan untuk menjawab keresahan generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, yang kini menghadapi tantangan pasar kerja yang tidak menentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat memimpin Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Jawa Barat, Senin (12/01).
Ferry menyadari bahwa akses terhadap peluang kerja yang stabil makin sempit. Oleh karena itu, Kopdes Merah Putih dirancang untuk membuka ruang ekonomi baru di tingkat desa, mulai dari pengembangan unit usaha hingga penciptaan lapangan kerja lokal yang inklusif.
“Harapannya kita bisa menyasar pada segmen milenial dan Gen Z yang sekarang menjadi perhatian dari pemerintah, agar bagaimana Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Ferry.
Kejar Target 26 Ribu Gerai Fisik
Untuk merealisasikan hal tersebut, Kemenkop tengah melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur fisik. Ferry menargetkan sebanyak 26 ribu gerai fisik Kopdes Merah Putih harus sudah terbangun pada April tahun ini.
Berdasarkan data Kemenkop, progres di lapangan menunjukkan angka yang signifikan:
- 44.000+ titik lahan telah terpetakan.
- 13.000+ titik gerai fisik telah berhasil dibangun.
“Ini merupakan salah satu inisiatif strategis dan prioritas Presiden. Sinergi dan kolaborasi sangat ditekankan,” tegas Ferry.
Gaet 1,65 Juta Anggota
Antusiasme masyarakat terhadap program ini tercatat cukup tinggi. Hingga kini, lebih dari 83 ribu Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum resmi.
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), program ini telah merekrut 1,65 juta anggota, dengan 690 ribu orang di antaranya menjabat sebagai pengurus aktif.
Ferry memastikan pihaknya tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Kemenkop tengah menyiapkan berbagai modul pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas agar operasional koperasi berjalan profesional dan berkelanjutan.










