Generasi.co, Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah terus berupaya mengatasi persoalan lulusan perguruan tinggi yang belum langsung terserap ke dunia kerja. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalankan Program Magang Nasional yang mulai bergulir sejak 2025 dan kini memasuki angkatan kedua.
Menurut Teddy, program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Ketenagakerjaan Yassierli itu dirancang agar lulusan, khususnya jenjang sarjana, memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan sekaligus penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Salah satu PR Pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah, bisa langsung mendapat pekerjaan dan mendapat penghasilan,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, Program Magang Nasional telah berjalan sejak tahun lalu dan kembali dilanjutkan pada 2026.
“Untuk itu sejak tahun 2025 lalu dan tahun 2026 ini angkatan kedua, Presiden Prabowo melalui Menaker Prof. Yassierli beserta tim, membuat Program Magang Nasional,” katanya.
Dalam program tersebut, peserta menjalani magang selama enam bulan di berbagai perusahaan swasta maupun BUMN. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta menerima penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan.
Peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor atau pekerja senior untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Pada pelaksanaan angkatan pertama tahun 2025, pemerintah menggandeng sekitar 8.800 perusahaan swasta dan BUMN dengan total 100.000 peserta magang.
Memasuki 2026, kuota program ditingkatkan menjadi 150.000 peserta. Pemerintah juga memperluas cakupan penerima manfaat dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas serta lulusan pendidikan profesi.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional angkatan 2025 telah diangkat menjadi karyawan tetap setelah masa magang berakhir. Sementara sekitar 30 persen lainnya masih menunggu proses rekrutmen lanjutan dalam beberapa bulan berikutnya.










