Anwar Abbas Soroti Dakwah Sejuk Miftachul Akhyar di PBNU

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar/Pemkot Pasuruan

Generasi.co, Jakarta – Anwar Abbas menilai terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dapat memperkuat corak dakwah yang sejuk di tubuh NU.

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan sekaligus Ketua PP Muhammadiyah itu menyoroti gaya dakwah Miftachul Akhyar yang selama ini mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif serta menjauhkan kekerasan dan cercaan.

Menurut Anwar, Miftachul Akhyar kerap mengingatkan umat agar dakwah dilakukan dengan cara yang baik. Prinsip itu antara lain disampaikan melalui ungkapan, “mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela.”

Anwar juga menilai perhatian Miftachul Akhyar tidak berhenti pada persoalan dakwah. Kondisi ekonomi umat dan bangsa menjadi salah satu hal yang turut mendapat perhatian sang kiai.

Miftachul Akhyar, menurut Anwar, kerap mengingatkan pentingnya memperkuat ekonomi dan bisnis umat. Jika kekuatan ekonomi tidak dibangun, umat Islam dinilai dapat terpuruk sehingga kemampuan untuk menghambat dan mencegah kemunduran umat ikut melemah.

Pesan mengenai ekonomi itu juga disampaikan Miftachul Akhyar dalam Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026. Menurut Anwar, Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa lemahnya kekuatan ekonomi dapat berpengaruh terhadap kemampuan umat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan baik.

Karena itu, Miftachul Akhyar meminta pemerintah menegakkan kedaulatan ekonomi dan menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai landasan pembangunan ekonomi nasional. Langkah tersebut ditujukan agar umat dan bangsa dapat terbebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Miftachul Akhyar juga meminta pemerintah konsisten dan konsekuen menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945. Ketentuan tersebut menekankan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan serta kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Anwar mengatakan prinsip tersebut penting agar pengelolaan sumber daya alam nasional dapat didistribusikan untuk kemaslahatan rakyat luas. Menurutnya, hal itu juga berkaitan dengan upaya menghindari ketimpangan sosial ekonomi yang tajam akibat penerapan sistem ekonomi yang terlalu liberal.

Muktamar NU ke-35 berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Dalam muktamar tersebut, KH Miftachul Akhyar terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031.

“Selamat Kiai Miftachul Akhyar, semoga NU lebih maju dan lebih berjaya lagi ke depan. Amin,” kata Anwar Abbas.