Film China Niu Lai Raup Rp34 Miliar Usai Viral karena Buruk

Film China Niu Lai Raup Rp34 Miliar Usai Viral karena Buruk/X

Generasi.co, Jakarta – Film animasi China Niu Lai atau The Ox Comes mendadak menjadi fenomena setelah video dan potongan adegannya menyebar luas di internet. Film yang semula hanya ditonton 236 orang dalam sembilan hari pertama penayangannya itu kini telah meraup hampir 15 juta yuan atau sekitar Rp34 miliar sejak dirilis pada 5 Agustus.

Dikutip dari Gizmodo, Niu Lai awalnya mencatat pendapatan hanya 342 yuan atau sekitar Rp50 ribu pada hari pertama. Jumlah penontonnya juga sangat kecil dibandingkan populasi China yang mencapai sekitar 1,4 miliar jiwa.

Film tersebut kemudian menarik perhatian bukan karena kualitas animasinya, melainkan karena dianggap sangat buruk. Penonton awal mengunggah potongan gambar dan video dari film itu ke internet. Unggahan tersebut memicu rasa penasaran sehingga semakin banyak orang datang ke bioskop untuk menyaksikannya sendiri.

Fenomena itu kemudian berkembang menjadi efek berantai. Penonton baru kembali mengunggah video dan gambar dari Niu Lai, membuat film tersebut semakin dikenal. Sebagian penonton justru mengapresiasi kesan amatir dan karakter film yang dinilai terasa sangat manusiawi.

Niu Lai disebut dikerjakan hanya oleh dua orang, Xin Yumeng dan Sun Lifang. Xin menangani berbagai aspek produksi, termasuk pemodelan, animasi, penyuntingan, produksi hingga pengisi suara. Sementara Sun menulis naskah dan turut mengisi suara.

Menurut laporan The Paper yang dikutip Gizmodo, produksi film tersebut dilakukan tanpa dukungan tim produksi profesional, proses alih daya, maupun tim rendering.

Promosi film itu juga menjadi perdebatan. Sejumlah komentator menilai poster film yang menggunakan seni tinta menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian penonton. Namun, laporan BBC menyebut Niu Lai bahkan tidak memiliki poster promosi yang layak sehingga sejumlah staf bioskop membuat poster sendiri untuk mengundang penonton.

Terlepas dari persoalan promosi, popularitas Niu Lai terus meningkat setelah potongan filmnya beredar di media sosial. Film tersebut kemudian turut menjadi pembicaraan di media sosial Barat.

Namun, ketika perhatian terhadap Niu Lai semakin besar, muncul laporan bahwa film itu mulai ditarik dari sejumlah bioskop di China. Media pemerintah Beijing News, sebagaimana dikutip BBC, menyatakan bahwa bioskop seharusnya berperan sebagai penyaring bagi penonton dan menolak film yang dianggap tidak memenuhi standar.

Salah satu laporan juga menyebut Xin Yumeng telah menarik film tersebut. Ia disebut menyatakan akan mendengarkan berbagai pendapat dan terus memperbaiki karya-karya berikutnya.

Penarikan film itu tidak menghentikan penyebarannya. Versi lengkap Niu Lai bahkan telah muncul di YouTube. Film tersebut belum memiliki subtitle bahasa Inggris, tetapi animasinya tetap menarik perhatian karena tampilannya yang dianggap menyerupai mimpi buruk yang dibuat menggunakan mesin gim era awal 2000-an.

Cerita film itu pun tergolong tidak biasa. Berdasarkan sinopsis Mao Yan, seekor anak sapi yang baru lahir membawa seekor burung lark yang baru terbang dari gurun ke dalam mimpinya. Dalam mimpi tersebut, burung lark menyaksikan anak sapi itu tumbuh menjadi pejuang pemberani yang berani bertanggung jawab dan menghadapi kehidupan serta kematian di bawah pengaruh berbagai kekuatan.

Popularitas Niu Lai juga memunculkan dugaan bahwa film tersebut sejak awal tidak dimaksudkan untuk menjadi tontonan arus utama. Sejumlah penulis menduga film itu dibuat untuk memperoleh subsidi pemerintah di bidang perfilman.

Dugaan tersebut antara lain muncul karena tingkat produksi film yang dinilai sangat rendah serta perusahaan di balik Niu Lai yang sebelumnya terdaftar sebagai kontraktor bangunan. Jika dugaan itu benar, viralnya film tersebut justru menjadi kebalikan dari tujuan awal karena membuat produksinya mendapat perhatian luas.

Namun, tidak semua laporan mengarah pada dugaan tersebut. The Paper menyebut pembuatan Niu Lai berawal dari ketekunan para kreator akar rumput dan upaya perusahaan kecil berbiaya rendah untuk mencoba masuk ke industri film dan televisi.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kesuksesan tak terduga Niu Lai tampaknya belum menghentikan ambisi Xin Yumeng. Setelah film itu mendapat perhatian luas, ia disebut mulai mengerjakan film berikutnya berjudul Sheep Gao.