Politisi senior PDIP Aria Bima menilai pertemuan Dasco dan Megawati sebagai langkah strategis untuk meredakan ketegangan politik serta menciptakan stabilitas demi menghadapi tantangan ekonomi global.
Generasi.co, Jakarta – Pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai memberi dampak positif terhadap stabilitas politik nasional. Politisi senior PDI-P Aria Bima menyebut langkah ini penting di tengah tekanan ekonomi global yang tengah melanda.
Menurut Aria, kunjungan Dasco bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ke kediaman Megawati merupakan lanjutan dari komunikasi politik sebelumnya antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Megawati.
“Jadi Mas Dasco sama Mas Pras kemarin ketemu dengan Ibu Mega merupakan follow up dari pertemuan Pak Prabowo dengan Ibu. Pasti akan memberikan warna kesejukan iklim politik dan iklim demokrasi saat ini,” ujar Aria, dikutip Kamis (12/6/2025).
Ia mengingatkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukan sekadar politik, melainkan juga ekonomi. Karena itu, menurutnya, kebersamaan di antara tokoh nasional sangat diperlukan.
“Mengingat kita menghadapi ancaman ekonomi global dan nasional yang yang tidak mudah. Ya, ini kita rukun saja bareng-bareng para tokoh seluruh republik ini bareng saja belum tentu masalahnya selesai. Ya kan,” ucapnya.
Aria menilai, pertemuan tokoh-tokoh politik seperti ini dapat memberi kepastian bagi investor dan menghindari ketegangan yang bisa berdampak buruk pada rakyat.
“Jadi saya melihat pertemuan itu sangat positif. Akan memberikan iklim investasi, ada jaminan suasana kesejukan Republik Bangsa ini ke depan itu tidak congkrah. Kalau ribut terus ya, investasi juga akan ngopling dan pasti akibatnya rakyat yang menderita. Saya kira itu,” lanjutnya.
Ia juga menanggapi hangat pertemuan Megawati dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam momen peringatan Hari Lahir Pancasila. Meski suasana terlihat sedikit canggung, Aria menganggapnya sebagai hal yang wajar dalam relasi politik.
“Ya kan bagus, ya kan. Sedikit agak ada mungkin body linggit yang belum pas ya biasalah. Kalau saya ketemu dengan kawan atau teman yang ada sedikit selisih politik misalnya saya kan mendukung Pak Teguh, bukan Pak Wali ya kan, dengan beliau tapi kan selesai-selesai. Pas ketemu agak congkrang agak canggung ya biasa,” katanya.
Tak menutup kemungkinan, kata Aria, pertemuan Megawati dengan Presiden Joko Widodo pun bisa terjadi dalam waktu dekat jika suasana terus mencair.
“Kalau kemarin kan bukan pertemuan. Kemarin ketemu Iya. Kan ya, saya kira ketemu-ketemu kayak gitu cepat atau lambat akan mencairkan suasana. Tapi sekali lagi bahwa pertemuan antara tokoh bangsa ini penting untuk membuat suatu situasi yang sejuk,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa esensi dari komunikasi politik bukan hanya pada pertemuan fisik. “Kalau toh tidak ketemu pun juga sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah. Yang penting saling bisa memahami posisi masing-masing,” tambah Aria.
Sebelumnya, Dasco bersama Prasetyo Hadi mendatangi kediaman Megawati dalam rangka silaturahmi. Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Dasco membagikan foto pertemuan tersebut, yang juga dihadiri Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
Usai pertemuan, Dasco menyebut dirinya mendapat banyak masukan dari Megawati, termasuk beberapa pesan penting untuk disampaikan kepada Prabowo Subianto.
“Juga ada beberapa pesan yang tentunya akan disampaikan kepada Pak Prabowo,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/6).










