Erick Thohir Hadap Langsung Prabowo, Minta Maaf Indonesia Gagal Ikut Piala Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir/Kemenpora

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menghadap langsung ke Presiden Prabowo Subianto usai Timnas Indonesia menelan dua kekalahan beruntun di putaran keempat Kualifikasi Zona Asia: kalah 2-3 dari Arab Saudi (8 Okt) dan 0-1 dari Irak (11 Okt).

Kekalahan itu memaksa Indonesia menelan pil pahit gagal lolos Piala Dunia 2026. Di hadapan Prabowo, Erick disebut meminta maaf karena kegagalan Indonesia tersebut.

“Presiden langsung mengadakan rapat dengan beberapa menteri, termasuk Menpora, untuk membahas hasil pertandingan. Dalam kesempatan itu, Pak Erick menyampaikan laporan dan juga memohon maaf karena Timnas kita belum berhasil lolos ke Piala Dunia,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Prasetyo menambahkan bahwa Presiden Prabowo turut merasakan kekecewaan atas hasil tersebut, namun memberi perspektif jangka panjang terhadap pembinaan sepak bola nasional. “Bapak Presiden tentu merasa berat hati, tapi beliau juga mengingatkan agar kita tidak berhenti di sini. Masih ada Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028 yang harus kita persiapkan dengan lebih matang,” lanjut Prasetyo.

Erick Thohir diketahui aktif mendorong reformasi dalam sepak bola Indonesia sejak memimpin PSSI. Kebijakan-kebijakan yang digulirkan meliputi dorongan profesionalisme klub, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi pelatih dan pengembangan pemain muda melalui kerja sama internasional.

Meski demikian, kegagalan melaju ke putaran final Piala Dunia menjadi tekanan besar bagi federasi, mengingat Garuda gagal meraih poin dalam dua pertandingan penentu tersebut sehingga peluang ke putaran final tertutup.

Sejumlah pengamat menilai, terlepas dari hasil akhir, langkah Timnas menembus ronde keempat merupakan pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia di era modern.

Namun evaluasi menyeluruh terhadap pelatihan, kompetisi domestik, dan pengelolaan tim nasional dinilai mendesak agar target jangka menengah seperti Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028 dapat diraih dengan persiapan yang lebih matang.