Ketahanan pangan dan gizi menjadi fokus utama untuk mendukung Generasi Emas Indonesia 2045. Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo, menekankan pentingnya riset, pengawasan, dan edukasi dalam program makan bergizi untuk meningkatkan kualitas SDM.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Bramantyo Suwondo, tegaskan kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Generasi.co mengutip laman dpr.go.id, Selasa (26/11/2024), isu ketahanan pangan dan masalah gizi menjadi fokus utama dalam pertemuan BKSAP dengan para pakar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (25/11/2024).
Program Makan Bergizi untuk Generasi Emas Indonesia
Dalam pertemuan bertema Memperkuat Diplomasi Indonesia untuk Ketahanan Pangan dan Gizi, Bramantyo memuji program makan bergizi yang digagas pemerintah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini selaras dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya Generasi Emas.
Dengan memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, kita dapat mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan,” jelas Bramantyo.
Berdasarkan proyeksi, pada tahun 2045, Indonesia akan memiliki populasi muda yang besar.
Jika kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi sejak dini, maka potensi ini bisa menjadi kekuatan besar untuk kemajuan bangsa.
Fase Kritis Pertumbuhan: Periode 1.000 Hari dan Masa Remaja
Fokus utama program makan bergizi adalah pada fase-fase kritis pertumbuhan, terutama 1.000 hari pertama kehidupan dan masa transisi dari anak menuju remaja, yakni usia 10–13 tahun.
“Window of Opportunity atau jendela peluang ini sangat menentukan perkembangan fisik, mental, dan intelektual seseorang,” ujar Bramantyo.
Pemberian nutrisi yang baik selama periode ini tidak hanya memastikan anak-anak tumbuh sehat, tetapi juga mendukung kecerdasan dan kemampuan berpikir mereka.
Ketahanan pangan yang berorientasi pada penyediaan makanan bergizi menjadi landasan penting untuk menciptakan generasi muda yang kuat dan kompetitif.
Manfaat Pangan Berkualitas bagi Kemajuan Bangsa
Bramantyo menambahkan bahwa kualitas pangan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong kemajuan intelektual generasi muda.
“Kualitas SDM yang unggul akan membawa dampak positif bagi berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Ketahanan pangan adalah kunci dalam mendukung kemajuan bangsa,” tegasnya.
Peran Riset dalam Mendukung Program Pangan dan Gizi
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB, Ernan Rustandi, menyampaikan bahwa riset berbasis data yang solid merupakan elemen penting dalam keberhasilan program makan bergizi.
“Program pemerintah harus dilandasi dengan data yang akurat agar berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Ernan.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap berbagai aspek program, mulai dari jenis makanan, proses penyajian, hingga produksinya.
Dengan pengawalan ketat, program ini dapat memastikan makanan yang diberikan benar-benar bergizi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Edukasi Pola Makan Sehat untuk Masyarakat
Selain pengawasan, Ernan menekankan perlunya edukasi masyarakat tentang pola makan bergizi.
“Kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat harus ditingkatkan melalui penyebaran informasi yang relevan dan edukatif,” ujar Ernan.
Dengan edukasi yang efektif, masyarakat dapat memahami pentingnya memilih makanan bergizi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Langkah Strategis untuk Ketahanan Pangan
Berdasarkan diskusi dengan para pakar, beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi di Indonesia adalah:
- Riset Berbasis Data:
Menggunakan data yang akurat untuk merancang program makan bergizi sehingga tepat sasaran dan efisien. - Pengawasan Produksi:
Memastikan proses produksi, distribusi, dan penyajian makanan sesuai standar kesehatan dan gizi. - Edukasi Masyarakat:
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat dan pentingnya gizi seimbang melalui kampanye publik dan media sosial. - Peningkatan Kolaborasi:
Melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat, untuk mendukung implementasi program.
Menuju Generasi Emas 2045: Harapan dan Tantangan
Dengan dukungan riset, pengawasan ketat, dan pendekatan edukasi, program makan bergizi diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Bramantyo optimis bahwa langkah ini akan menjadi pilar penting dalam mencapai cita-cita Generasi Emas Indonesia 2045.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan kompetitif,” tutup Bramantyo.
(BAS/Red/dpr.go.id)










