Ketua MPR Ahmad Muzani: Banjir Bandang Sumatera Harus Jadi Pengingat Penting untuk Evaluasi Kebijakan Lingkungan

Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani/Setneg

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera harus menjadi pelajaran besar bagi seluruh pemangku kebijakan, terutama terkait tata kelola lingkungan dan kehutanan.

Muzani menyebut foto-foto kerusakan yang beredar menunjukkan indikasi kuat bahwa bencana ini tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan. Menurutnya, evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Besar kemungkinan ada dampak dari kebijakan-kebijakan yang melakukan kerusakan terhadap lingkungan, sehingga akibatnya sampai sekarang kita rasakan,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Belum Saatnya Menyalahkan, Fokus Utama Tetap Menolong Korban

Meski demikian, Muzani menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk memperdebatkan penyebab kerusakan lingkungan. Ia menekankan bahwa yang terpenting sekarang adalah penanganan para korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kerusakan yang ditimbulkan dari bencana itu cukup parah—menghancurkan infrastruktur umum, jalan, jembatan, sekolah, tempat ibadah, sampai rumah-rumah warga,” katanya.

Apresiasi untuk Respons Cepat Pemerintah Pusat

Di tengah besarnya dampak bencana, Muzani memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat, terutama dalam memulihkan suplai listrik, jaringan komunikasi, dan distribusi bantuan.

“Meskipun kondisinya sangat sulit dan harus diterbangkan dengan udara, helikopter, tapi pemerintah pusat dalam hal ini BNPB, dibantu kepolisian dan TNI, bertindak cepat dan sigap,” ujarnya.

Optimisme Pemulihan Bertahap

Dengan langkah-langkah tersebut, Muzani yakin optimisme masyarakat di wilayah terdampak dapat perlahan pulih. Ia berharap proses perbaikan infrastruktur vital bisa segera dituntaskan.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, sambungan infrastruktur bisa segera dilakukan di daerah-daerah tersebut,” pungkasnya.