Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat serukan peningkatan kesadaran dan advokasi layanan kesehatan perempuan demi wujudkan keluarga sehat dan SDM unggul Indonesia.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan kesadaran dan advokasi kesehatan perempuan kepada masyarakat. Hal itu penting untuk memastikan layanan kesehatan perempuan yang lebih baik, menjadi prioritas dalam proses pembangunan.
“Pemahaman terkait kesehatan perempuan harus terus ditanamkan mengingat peran perempuan dalam proses pembangunan sangat penting,” kata Lestari dalam keterangan tertulis, Rabu (28/5/2025).
Pada tahun ini, peringatan Hari Aksi Kesehatan Perempuan Internasional mengangkat tema ‘Dalam Solidaritas Kita Melawan: Perjuangan Kita, Hak Kita’.
Sistem pencatatan kematian ibu hamil atau maternal perinatal death notification (MPDN) di Kementerian Kesehatan mencatat, angka kematian ibu meningkat dari 4.005 kasus di tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada 2023.
Dua hal utama penyebab kematian ibu di Indonesia, yaitu terlambat dalam penegakan diagnosis dan terlambat dalam merujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai.
Menurut Lestari, sejumlah temuan tersebut harus segera diatasi dengan konsisten membangun kesadaran dan mengadvokasi perempuan terkait pentingnya kesehatan perempuan.
Sebab, menurut perempuan yang akrab disapa Rerie itu, sebagai ibu peran perempuan memiliki andil besar dalam menyehatkan dan menyejahterakan keluarga. Seorang ibu, lanjutnya, berperan penting dalam penyediaan gizi keluarga dan menjadi poros manajemen finansial rumah tangga.
Selain itu, tambah Rerie, ibu juga merupakan sosok penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dari rumah.
Dengan sejumlah peran strategis perempuan sebagai ibu dalam membangun karakter anak bangsa, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sangat berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu mengedepankan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan perempuan yang lebih baik di tanah air.










