Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak para remaja untuk tidak memalsukan usia saat mendaftar akun media sosial.
Menurutnya, kejujuran dalam mencantumkan data diri merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi perlindungan diri, sekaligus membantu pemerintah menciptakan ekosistem digital yang aman bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Lestari saat menjadi pembicara kunci pada acara Lentera 2026, Leadership Training for Future Generation, Beyond the Limit, Dare to Lead di SMA Labschool Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (7/5).
“Jangan palsukan umur di akun media sosial. Kalian jujur mengatakan, umur saya masih 15 tahun, sehingga otomatis kalian akan terproteksi. Itu hal sederhana yang bisa dilakukan untuk membangun sistem perlindungan,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Menurut Rerie, dengan mencantumkan usia sebenarnya, para remaja secara otomatis memproteksi diri dari informasi yang tidak seharusnya mereka terima, sekaligus mengurangi risiko menjadi sasaran kejahatan siber (cyber crime).
“Yang paling utama adalah kalian membantu Indonesia untuk bisa menciptakan ekosistem yang aman untuk para pemuda,” tegasnya.
Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang membatasi akses konten berdasarkan usia telah diberlakukan sekitar dua bulan lalu.
Ia meminta para pelajar untuk melaporkan jika masih bisa mengakses konten yang tidak layak meskipun sudah mencantumkan usia asli.
Dalam kesempatan yang sama, Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu juga menjelaskan pentingnya keterbukaan pikiran dan hati dalam berkomunikasi.
“Kita harus mau mendengar dan memiliki kemauan mencerna informasi di dalam hati terlebih dahulu sebelum memberi jawaban yang tepat. Jangan mendengar lalu langsung menjawab,” pesannya.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpesan agar generasi muda membiasakan diri menjadi manusia yang berpikiran dan hati terbuka, bukan menjadi manusia yang mudah ngotot yang biasanya berujung kehancuran.










