Sugiono berharap bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Gaza bisa dikirim lewat jalur darat, bukan airdrop, demi keselamatan warga Palestina yang terdampak blokade.
Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan harapannya agar bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Jalur Gaza bisa disalurkan melalui jalur darat. Hal ini dinilainya lebih aman dibandingkan metode airdrop yang kini digunakan sejumlah negara.
“Semoga (bantuan) tidak di-airdrop. Kami berharap jalur bantuan kemanusiaan segera dibuka. Kami paham airdrop risikonya besar,” ujar Sugiono kepada awak media, dikutip pada Rabu (6/8/2025).
Sugiono menyebut pengiriman bantuan lewat udara memiliki potensi risiko tinggi bagi warga sipil Palestina yang tengah membutuhkan pertolongan. Ia menyoroti praktik airdrop yang akhir-akhir ini digunakan oleh beberapa negara seperti Kanada, Prancis, Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab untuk menyalurkan bantuan ke Gaza yang diblokade Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga mendesak pemerintah Israel agar segera membuka akses jalur darat untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza secara menyeluruh.
“Yang jadi korban adalah anak-anak dan bayi-bayi. Apalagi, gambar-gambar yang beredar di mana-mana itu adalah sesuatu yang pasti mengusik siapa pun yang masih punya rasa kemanusiaan,” kata Sugiono, dikutip dari ANTARA.
Indonesia sendiri tengah mempersiapkan pengiriman 10.000 ton beras ke Gaza sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan terhadap rakyat Palestina. Rencana pengiriman bantuan ini sebelumnya telah diumumkan oleh Sugiono saat berorasi dalam aksi bela Palestina yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (3/8).
Ia menegaskan langkah ini merupakan wujud amanat Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menetapkan dukungan terhadap Palestina sebagai salah satu prioritas kebijakan luar negeri.
Menurut Sugiono, sikap solidaritas Indonesia terhadap Palestina merupakan bagian dari ‘amanat konstitusi dan komitmen kebangsaan’.
Sebagai informasi, Indonesia telah menyalurkan lebih dari 4.400 ton bantuan logistik serta ratusan miliar rupiah dalam bentuk bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memburuk.
(BAS/Red)










