Partai Gema Bangsa Temui Ahmad Muzani, Bahas Asta Cita hingga Pemilu Pasca Putusan MK

Partai Gema Bangsa Temui Ketua MPR Ahmad Muzani (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)
Partai Gema Bangsa Temui Ketua MPR Ahmad Muzani (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)

Partai Gema Bangsa temui Ketua MPR bahas Asta Cita, pemberdayaan daerah, dan evaluasi pemilu pasca putusan MK.

Generasi.co, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa melanjutkan agenda silaturahmi kebangsaan dengan berkunjung ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Rabu (9/7/2025). Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq bersama jajaran pengurus diterima langsung oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai isu strategis nasional. Salah satu pokok diskusi adalah dukungan terhadap program Asta Cita Prabowo-Gibran yang dinilai Partai Gema Bangsa sebagai jalan menuju kemakmuran dan kemandirian bangsa.

Ahmad Rofiq menegaskan pembangunan nasional tidak bisa bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat. Justru, kata dia, ketergantungan tersebut melemahkan inisiatif dan kekuatan daerah. Ia mendorong masyarakat di daerah untuk aktif membangun kesadaran dalam mengelola sumber daya lokalnya.

“Sesungguhnya pemilik kekayaan alam berupa ikan, hutan, tanah, peternakan, emas, tambang, dan nikel adalah daerah. Maka, mereka harus jadi pemain utama di wilayah masing-masing,” ujar Rofiq dalam keterangannya, Rabu (9/7).

Dengan peran aktif daerah, lanjut Rofiq, pengelolaan kekayaan alam dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang memperkuat ekonomi nasional sekaligus berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pertemuan ini juga membahas soal perkembangan terkini pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sistem pemilu nasional dan lokal. Rofiq menilai penting bagi partai-partai politik untuk memahami secara utuh konsekuensi dari putusan tersebut agar dapat memberikan masukan konstruktif bagi perbaikan sistem politik ke depan.

“Saya kira pertemuan ini penting untuk berdiskusi mengenai perkembangan mutakhir tentang Pemilu, apalagi pasca putusan MK. Kita sangat berkepentingan mendapatkan informasi yang lebih valid agar bisa memberi masukan perbaikan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Muzani turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, putusan MK soal pemisahan pemilu nasional dan lokal berpotensi menimbulkan persoalan baru, mengingat sebelumnya MK telah menetapkan pemilu serentak sebagai desain utama sistem pemilu di Indonesia.

“Putusan MK ini bisa mengacaukan desain pemilu yang sebelumnya justru ditetapkan sendiri oleh MK melalui putusan pemilu serentak,” tulis Muzani dalam pernyataan resminya di laman resmi Partai Gerindra.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir mendampingi Ahmad Rofiq sejumlah pengurus DPP Partai Gema Bangsa, di antaranya Muhammad Sopiyan, Ratih Purnamasari, Abd Khaliq Ahmad, Joko Kanigoro, Jamalul Izza, Nurmala, Rusli Halim Fadli, Hardiansyah, dan Sururi Al-Faruq.

Menutup pertemuan, Ahmad Muzani menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan Partai Gema Bangsa. Ia menekankan pentingnya kekuatan organisasi, semangat, dan sumber daya dalam membangun partai yang mampu diterima masyarakat.

“Membangun partai politik itu butuh tenaga ekstra, tim solid, dan materi yang tidak sedikit. Tapi melihat semangat Pak Ahmad Rofiq, saya yakin partai ini bisa diterima rakyat Indonesia. Karena bagaimanapun, salah satu jalan menuju kekuasaan adalah lewat partai politik,” pungkas Muzani.

(BAS/Red)