Prabowo Ingin Diskusi Politik Luar Negeri Bersama Pakar Jadi Agenda Rutin

Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss/YT

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh senior dan akademisi bidang politik luar negeri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/2). Pertemuan tertutup ini digelar guna membahas arah strategis diplomasi Indonesia di kancah global.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, yang turut mendampingi Presiden, menjelaskan bahwa forum ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri, pengamat hubungan internasional, akademisi, praktisi, hingga pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI.

Menurut Sugiono, pertemuan ini menegaskan posisi Presiden sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam menentukan haluan negara.

“(Pertemuan) dalam rangka menjelaskan, kemudian berdiskusi dan juga menyampaikan arah-arah politik luar negeri di mana beliau selaku kepala negara, kepala pemerintahan memegang kedaulatan penuh sebagai penentu arah kebijakan dan politik luar negeri Indonesia,” ujar Sugiono, dikutip Kamis (5/2).

Diskusi Dua Arah Tanpa Pro-Kontra Tajam

Sugiono menuturkan bahwa pertemuan berlangsung cair dan terbuka. Terjadi diskusi dua arah di mana Presiden dan para tokoh saling bertukar pandangan untuk membangun kesepahaman.

Ia mencatat, berbagai masukan yang disampaikan oleh para pakar justru memperkuat formulasi kebijakan yang tengah dirumuskan pemerintah. Meski terdapat beragam perspektif, Sugiono menilai tidak ada pertentangan yang tajam.

“Masing-masing juga tadi beberapa tokoh menyampaikan pandangan mereka. Saya kira ya merupakan satu hal yang sebenarnya sudah koheren, sudah ada dalam pertimbangan dan pemikiran yang sama, sehingga diskusi yang terjadi menurut saya merupakan hal yang saling memperkuat,” jelasnya.

“Saya tidak melihat pro dan kontra, tetapi tentu saja dari satu hal ada perspektif yang berbeda yang dibicarakan dan pada ujungnya melihat segala sesuatu khususnya tentang politik luar negeri ini sebagai satu hal yang sama,” tambah Sugiono.

Bakal Jadi Agenda Rutin

Melihat produktivitas pertemuan tersebut, Sugiono mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengembangkan forum ini menjadi agenda rutin.

Langkah ini diambil untuk menyamakan frekuensi antara pemerintah dan para pemikir strategis mengenai kebijakan luar negeri yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

“Sesuai tadi apa yang jadi arahan untuk menjadikan acara serupa sebagai satu agenda yang sifatnya rutin, sehingga bisa dicapai satu pemahaman atau frekuensi yang sama tentang arah dan kebijakan pemerintah,” katanya.

Menutup keterangannya, Sugiono menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tokoh yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi di Istana tersebut.