Prabowo Resmikan Pemugaran Stasiun Semarang Tawang, Lanjut Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, SEMARANG – Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil pemugaran Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Peresmian tersebut menandai pemugaran resmi pertama terhadap bangunan cagar budaya yang telah berdiri sejak 1914.

Presiden tiba di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 11.11 WIB setelah mendarat di Lanumad Ahmad Yani, Semarang. Kedatangannya disambut Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang kemudian mendampingi Presiden meninjau kawasan stasiun sekaligus memaparkan sejarah bangunan tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemugaran Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Direktur Utama KAI pada 2025.

“Pagi ini, Presiden Prabowo akan bertolak menuju Semarang untuk meresmikan pemugaran Stasiun Tawang Semarang, salah satu cagar budaya bersejarah yang berdiri sejak 1914 dan untuk pertama kalinya dipugar secara resmi. Pemugaran stasiun ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo kepada Direktur Utama KAI pada 2025,” kata Teddy.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut kehadiran Presiden dalam peresmian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

“Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang,” ujar Prasetyo.

Usai peresmian, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang dengan menjajal Kereta Api Nusantara Explorer.

“Selanjutnya, Presiden Prabowo akan menaiki Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kota Batang untuk melakukan uji coba. Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat,” kata Teddy.

Di Batang, Presiden dijadwalkan meresmikan pelaksanaan akad massal KPR subsidi sebanyak 62.000 unit rumah yang digelar serentak di 165 titik pada 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Acara utama dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang.

“Setelah itu, Presiden Prabowo akan meresmikan pelaksanaan akad massal 62.000 rumah KPR Subsidi yang dilaksanakan di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi, dengan acara utama dipusatkan di Kota Batang, Jawa Tengah,” ujar Teddy.

Dalam kunjungan ke Stasiun Semarang Tawang, Presiden juga menyapa penumpang dan warga yang telah menunggu. Antusiasme masyarakat terlihat saat mereka berebut menyalami Presiden.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang mendampingi Presiden antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, serta Kepala Stasiun Semarang Tawang Ismanto.

Pemugaran yang diresmikan merupakan renovasi tahap pertama yang dikerjakan PT KAI Daop 4 Semarang selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Peresmian tersebut menjadi tahap awal rencana PT KAI mengembalikan fasad Stasiun Semarang Tawang ke bentuk aslinya sesuai rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer. Bangunan itu dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 dan diresmikan pada 1914.

Sebagai bangunan yang telah berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan ahli cagar budaya dan dilaksanakan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.