DVI Identifikasi Seluruh Korban Meninggal KM Virgo Transport 8

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik/X

Generasi.co, Banjarmasin – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan berhasil mengidentifikasi seluruh enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Hingga Selasa (15/9) malam, 129 penumpang kapal tersebut masih belum ditemukan.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan lima jenazah yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa telah selesai diidentifikasi. Sebelumnya, satu korban telah diidentifikasi pada Senin (14/9).

“Dari total enam jenazah yang ditemukan tim SAR gabungan, hari ini semuanya telah teridentifikasi,” kata Sofwan di Banjarmasin, Selasa.

Lima korban yang diidentifikasi pada Selasa yakni Nurul Rian Hidayat asal Pamekasan, Deny Ridzal Saputra asal Kediri, Imam Soeparno asal Surabaya, Erick Maisul Latif asal Garut, dan Risyan Kurnia Putra asal Garut.

Sementara korban yang lebih dahulu teridentifikasi ialah Reyner Fausta Yosilianto asal Malang.

Sofwan mengatakan jenazah Reyner dan Nurul telah diambil keluarga dan diterbangkan ke Surabaya. Santunan dari Jasa Raharja juga telah diberikan kepada ahli waris yang sah.

Empat jenazah lainnya masih menunggu pihak keluarga.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengimbau keluarga yang merasa anggota keluarganya menjadi korban KM Virgo Transport 8 untuk mendatangi layanan pengumpulan data post mortem dan ante mortem.

Di tengah proses identifikasi, Basarnas masih menghadapi kendala cuaca dalam pencarian korban yang belum ditemukan. Operasi bawah laut menjadi salah satu sasaran utama, tetapi belum dapat dilakukan karena kondisi gelombang dan arus yang membahayakan keselamatan penyelam.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut telah disiapkan. Namun, pengoperasiannya tetap menunggu kondisi yang memungkinkan.

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa malam.

Basarnas tetap memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan. Operasi bawah laut akan dilakukan apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan.

Pencarian juga didukung KRI Canopus yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut menggunakan remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder. Namun, peralatan tersebut belum dapat dioperasikan secara maksimal akibat cuaca buruk di lokasi.

Syafii mengatakan kemampuan penyelam dan peralatan yang tersedia sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter. Namun, gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas menjadi kendala.

Jika pencarian bawah laut terus terhambat cuaca, Basarnas menyiapkan alternatif dengan melibatkan pihak yang memiliki kemampuan menangani bangkai kapal. Opsi yang disiapkan antara lain menghitung proses salvage, membalikkan posisi kapal, atau menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” ujarnya.

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya mendarat di Banjarmasin. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dengan total 243 penumpang, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).