Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahas industrialisasi pedesaan di Lahat sebagai model percontohan nasional bersama Eggi Sudjana, Bupati Lahat, hingga Telkom Property.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendorong percepatan industrialisasi pedesaan sebagai salah satu strategi utama pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi strategis yang dihadiri sejumlah tokoh penting di bidang pemerintahan dan pembangunan daerah.
Seperti Bupati Lahat Bursah Zarnubi, aktivis senior Eggi Sudjana, perwakilan Telkom Property Fandi Wijaya, dan Staf Khusus Menteri Imigrasi Abdullah Rasyid.
Diskusi tersebut berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta, dan diunggah langsung oleh Dasco melalui akun Instagram resminya, @sufmi_dasco.
Dalam unggahannya, Dasco menyoroti pentingnya pembangunan sektor industri di wilayah pedesaan, khususnya di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, sebagai model percontohan nasional yang dapat direplikasi di daerah lain di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, baru saja selesai diskusi mengenai industrialisasi pedesaan Lahat sebagai model percontohan,” tulis Dasco dalam unggahan tersebut.
Menurut Dasco, pengembangan sektor industri di daerah pedesaan seperti Lahat memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan mengedepankan pembangunan berbasis potensi lokal, industrialisasi tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru secara masif, terutama bagi generasi muda di desa-desa.
“Kita harapkan sektor pedesaan ini mampu menjadi penyangga utama perekonomian rakyat, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja,” ujar Dasco.
Dasco menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan nasional menjadi kunci utama keberhasilan dalam implementasi program industrialisasi ini.
Oleh karena itu, keterlibatan Telkom Property dan perwakilan kementerian diharapkan dapat memberikan dukungan teknologi dan regulasi yang tepat untuk menjamin keberlanjutan proyek ini.
Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyambut baik inisiatif tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Lahat memiliki banyak sumber daya alam dan tenaga kerja potensial yang siap dikembangkan.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan mitra strategis, industrialisasi Lahat tidak hanya akan menjadi lokomotif ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari sektor akar rumput.
Diskusi ini juga mencerminkan arah pembangunan yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri, sebagai upaya untuk menanggulangi kesenjangan sosial-ekonomi antarwilayah.
Dengan mengangkat desa sebagai pusat pertumbuhan baru, maka transformasi ekonomi Indonesia akan bergerak ke arah yang lebih adil dan merata.
Rencana Dasco untuk menjadikan Lahat sebagai model industrialisasi pedesaan juga sejalan dengan target pembangunan jangka panjang nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di dalamnya, pengembangan industri berbasis lokal dianggap sebagai pilar penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi mandiri, yang tidak hanya bergantung pada kota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan.
Sebagai langkah lanjutan, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan akan terus mendorong percepatan realisasi proyek tersebut melalui koordinasi lintas kementerian dan kerja sama dengan sektor swasta.
Ia juga membuka ruang dialog lebih luas agar praktik terbaik dari Lahat dapat menjadi acuan bagi daerah-daerah lain yang ingin mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri.
Dengan komitmen kuat dari DPR RI dan dukungan dari berbagai pihak, harapan untuk melihat Indonesia yang kuat dari desa bukan lagi mimpi, melainkan langkah nyata yang sedang digerakkan oleh pemimpin-pemimpin bangsa di tingkat pusat dan daerah.
(BAS/Red)










