Target 3 Tahun Sampah Nasional Terkendali, Presiden Prabowo: Model Banyumas Jadi Prioritas Nasional!

Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Banyumas, Generasi.co — Presiden RI Prabowo Subianto menetapkan pengelolaan sampah sebagai prioritas nasional dengan target ambisius: sampah di seluruh Indonesia harus terkendali dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.

Pernyataan tegas ini disampaikan Presiden usai meninjau langsung operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026). Presiden meyakini model yang diterapkan di Banyumas adalah kunci untuk mengatasi krisis sampah nasional.

“Sampah pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam 2-3 tahun harus kita kendalikan sampah seluruh Indonesia,” tegas Presiden Prabowo di hadapan awak media.

Teknologi Lokal, Efektivitas Global

Presiden mengaku sangat terkesan dengan sistem kerja TPST BLE Banyumas. Menurutnya, fasilitas ini membuktikan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak selalu membutuhkan teknologi impor yang mahal dan rumit, melainkan sistem yang terintegrasi dan tepat guna.

Presiden menyoroti tiga keunggulan utama model Banyumas:

  • Alat Tepat Guna: Menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih namun sangat efektif.
  • Komponen Lokal: Sebagian besar peralatan merupakan produk dalam negeri.
  • Sistem Terintegrasi: Proses pengolahan mengoneksikan aliran sampah dari level rumah tangga hingga ke tingkat kabupaten secara sistematis.

“Ini suatu terobosan inisiatif yang sangat baik. Prosesnya dilakukan dalam suatu rangkaian sistem, jadi saya kira sangat efektif,” imbuh Presiden.

Capaian TPST Banyumas dalam Angka

Keberhasilan Banyumas dalam memangkas volume sampah yang berakhir di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) menjadi alasan kuat mengapa model ini akan direplikasi secara masif di provinsi lain.

Berikut adalah data operasional TPST BLE Banyumas per April 2026:

KategoriVolume (Ton/Hari)Persentase
Total Sampah Rumah Tangga738,84 Ton100%
Sampah Terkelola (TPST BLE)574,52 Ton77,76%
Sampah Belum Terkelola164,32 Ton22,24%

Jadi Rujukan hingga Mancanegara

Saat ini, efektivitas pengolahan sampah di Banyumas telah mulai “menular” ke wilayah sekitarnya. Berdasarkan laporan Gubernur Jawa Tengah, tercatat sudah ada 13 kabupaten di provinsi tersebut yang mengadopsi program serupa.

Tak hanya di level nasional, Presiden juga menyebut bahwa TPST Banyumas telah menarik perhatian dunia internasional sebagai bahan studi banding pengolahan sampah berbasis komunitas dan teknologi lokal.

Pemerintah pusat pun berkomitmen untuk segera mengembangkan infrastruktur serupa di seluruh daerah guna mengejar target “Indonesia Terkendali Sampah” pada tahun 2029 mendatang.