Jakarta, Generasi.co — Dinamika geopolitik global dan meletusnya konflik antarnegara kini membawa ancaman nyata yang imbasnya bisa langsung dirasakan hingga ke meja makan masyarakat Indonesia. Merespons kerentanan tersebut, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendesak diterapkannya sistem desentralisasi produksi pangan secara masif di seluruh pelosok negeri.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono memetakan kerentanan sistem logistik Indonesia yang berstatus sebagai negara kepulauan. Menurutnya, ketergantungan antarwilayah sangat berbahaya di tengah ketidakpastian global saat ini.
“Di setiap pulau, setiap kabupaten, setiap provinsi itu harus punya ketahanan. Karena apa pun bisa terjadi,” tegas Sudaryono dalam pernyataannya.
Ancaman Lumpuhnya Logistik Antarpulau
Wamentan menyoroti kelemahan fatal dari sistem distribusi pangan tersentralisasi. Bila terjadi krisis yang memaksa kapal-kapal kargo berhenti berlayar, suplai makanan pokok di suatu pulau dapat terputus total seketika.
Untuk memutus rantai ketergantungan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong kebijakan desentralisasi di mana setiap pulau, provinsi, hingga tingkat kabupaten wajib memproduksi pangannya sendiri.
Langkah konkret ini sudah mulai membuahkan hasil. Sudaryono mencontohkan wilayah Papua yang kini secara rutin telah memproduksi padi dan jagung secara mandiri. Hasilnya, ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut terjamin secara lokal dan harga di pasaran turun drastis.
Strategi Menopang Program Makan Bergizi Gratis
Selain kebutuhan karbohidrat, desentralisasi juga wajib diterapkan pada sektor pemenuhan protein hewani. Hal ini menjadi sangat krusial guna menopang kelancaran program andalan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis, yang membutuhkan pasokan telur dan daging ayam dalam jumlah masif setiap harinya.
Ke depan, pemerintah tidak akan lagi mengandalkan pesawat kargo atau kapal laut untuk mendistribusikan telur melintasi lautan. Sudaryono memaparkan cetak biru (blueprint) ekosistem pangan lokal yang terintegrasi:
- Kandang Ayam Dekat Pemukiman: Membangun fasilitas peternakan unggas yang terjangkau langsung oleh sentra populasi/pemukiman warga.
- Integrasi Pabrik Pakan dan Ladang: Mendirikan pabrik pengolahan pakan ternak yang lokasinya bersebelahan langsung dengan ladang jagung.
- Perputaran Ekonomi Lokal: Menciptakan ekosistem rantai pasok (hulu ke hilir) yang berputar secara eksklusif di dalam satu wilayah terdekat.
Langkah taktis ini diyakini tidak hanya akan mengamankan perut rakyat Indonesia dari ancaman krisis global, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi yang merata di seluruh kawasan nusantara.










