Fokus Ekspansi UMKM dan Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, BRI Bagikan 7 Jurus Jitu Investasi Reksadana Pemula

Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham/Ist.

Jakarta, Generasi.co — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memantapkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi nasional pada tahun 2026. Di tengah agresivitas ekspansi kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pembagian dividen bernilai fantastis, BRI juga proaktif mengedukasi masyarakat terkait literasi keuangan, khususnya panduan investasi reksadana bagi pemula.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menegaskan bahwa bank bersandi saham BBRI ini memiliki modal yang kuat untuk terus memacu penyaluran kredit.

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Royadi, Kamis (23/4/2026).

Kinerja Solid: Target Pertumbuhan 9% dan Dividen Jumbo

Dalam Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) 2026, BRI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman berada di kisaran 7 hingga 9 persen secara year-on-year (yoy). Royadi menyebut target ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik, dengan UMKM tetap menjadi core business atau denyut nadi utama bisnis BRI.

Fundamental yang solid ini tercermin dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 April 2026 lalu. Mengacu pada laba bersih konsolidasi Tahun Buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, BRI sepakat membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun (Rp346 per lembar saham). Angka ini sudah termasuk dividen interim senilai Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada Januari 2026 lalu.

7 Langkah Cerdas Investasi Reksadana ala BRI

Sejalan dengan upaya mendongkrak kesejahteraan finansial masyarakat, BRI turut membagikan panduan taktis bagi generasi muda dan investor pemula yang ingin memulai investasi di instrumen reksadana:

1. Riset dan Pahami Jenis Reksadana

Kenali empat jenis utama reksadana sebelum menaruh dana:

  • Pasar Uang: Risiko terendah, dana ditempatkan pada instrumen jangka pendek (seperti deposito).
  • Pendapatan Tetap: Sekitar 80% dana ditempatkan di obligasi, risiko moderat.
  • Campuran: Kombinasi saham dan obligasi dengan risiko yang lebih dinamis.
  • Saham: 80% dana diinvestasikan di pasar saham, menawarkan potensi keuntungan sekaligus risiko tertinggi.

2. Tetapkan Tujuan Investasi

Pastikan Anda memiliki target yang jelas, apakah untuk dana pendidikan, DP rumah, atau jaminan masa pensiun. Tujuan ini akan menentukan kerangka waktu (tenor) pencairan dana.

3. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Jika Anda konservatif dan butuh dana cepat, pilih Reksadana Pasar Uang. Namun, jika Anda agresif dan mengejar cuan jangka panjang, Reksadana Saham adalah pilihan ideal.

4. Buka Rekening Investasi

Saat ini, membuka rekening sangat mudah dan bisa dilakukan sepenuhnya secara daring (online) melalui bank, manajer investasi, atau platform teknologi finansial terpercaya.

5. Disiplin Menyisihkan Dana (Auto-Debit)

Gunakan strategi Dollar-Cost Averaging. Alihkan dana secara rutin dan otomatis (auto-debit) setiap bulan untuk membentuk kedisiplinan dan meratakan risiko fluktuasi harga pasar.

6. Pantau dan Lakukan Rebalancing

Evaluasi portofolio Anda secara berkala. Lakukan rebalancing (penyesuaian alokasi aset) jika terjadi perubahan drastis pada kondisi pasar atau jika tujuan keuangan Anda bergeser.

7. Diversifikasi untuk Jangka Panjang

Jangan menaruh semua “telur dalam satu keranjang”. Padukan Reksadana Pasar Uang untuk likuiditas jangka pendek dengan saham blue chip untuk investasi jangka panjang. BRI mencontohkan investasi saham sektor perbankan dengan kinerja solid 10 tahun terakhir, seperti saham BBRI, dapat menjadi pilihan jangkar di portofolio Anda.