Bisa Bahasa Indonesia hingga Jago Trading, Ini Alasan Rosan Roeslani Tunjuk WNA Australia Pimpin PT DSI

Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan keterangan terkait rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, pada Rabu, 17 Desember 2025 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: BPMI Setpres/Kris

Jakarta, Generasi.co — CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, akhirnya buka suara mengenai alasan di balik penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah menunjuk Warga Negara Asing (WNA) asal Australia ini sempat mencuri perhatian publik, mengingat PT DSI merupakan BUMN baru yang memegang mandat krusial: mengelola tata niaga ekspor komoditas strategis RI mulai dari batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), hingga paduan besi (ferro alloy).

Menurut Rosan, pemilihan Luke Mahony didasarkan pada kombinasi matang antara kompetensi industri global, jaringan yang luas, serta pemahaman mendalam terhadap karakter lokal Indonesia.

Lokal tapi Global: Fasih Berbahasa Indonesia dan Beristrikan WNI

Salah satu nilai plus yang membuat proses adaptasi Luke berjalan mulus adalah kedekatan kulturalnya dengan Indonesia. Pria yang kini berdomisili di Jakarta tersebut ternyata fasih berbahasa Indonesia dan memiliki ikatan keluarga di dalam negeri.

“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).

Rosan menambahkan bahwa aspek paling krusial yang dilihat oleh manajemen Danantara adalah jam terbang Luke di dunia perdagangan mineral internasional.

“Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, dan networking-nya juga baik. Dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” tambahnya.

4 Poin Unggul Mengapa Luke Mahony Dipilih

  • Ahli Perdagangan Mineral: Memiliki spesialisasi kuat dalam skema trading komoditas tambang dan mineral kelas dunia.
  • Jaringan Internasional Luas: Memiliki networking global yang kuat untuk membuka dan mengamankan jalur pasar ekspor strategis Indonesia.
  • Kinerja Teruji di Internal: Luke bukan orang baru di ekosistem ini; ia telah menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025 dengan rapor kerja yang sangat baik.
  • Paham Regulasi Domestik: Berbekal pengalaman memimpin perusahaan tambang besar di Indonesia, ia paham betul regulasi dan dinamika industri tanah air.

Bukan Kaleng-Kaleng: Borong 3 Gelar Master di UNSW

Rekam jejak akademik dan karier Luke Mahony memang terbilang mentereng. Sebelum menakhodai PT DSI, kariernya telah ditempa di berbagai raksasa tambang global, termasuk BHP Billiton dan Xstrata Coal. Ia juga pernah menduduki posisi mentereng sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sejak Juli 2024 sebelum akhirnya mundur pada Juli 2025.

Dari sisi akademis, Luke merupakan jebolan University of New South Wales (UNSW), Australia, yang berhasil mengawinkan ilmu teknik dan finansial melalui raihan empat gelar tinggi:

  1. Sarjana (S1): Mining Engineering (Lulus tahun 2002)
  2. Magister (S2): Master Keuangan (2004)
  3. Magister (S2): Master Teknik Pertambangan (2006)
  4. Magister (S2): Master Geomekanika (2009)

Kombinasi keahlian teknis pertambangan, manajemen keuangan makro, serta pemahaman komoditas inilah yang diharapkan pemerintah mampu membawa PT DSI mengelola ekspor Indonesia secara lebih transparan, efisien, dan bebas dari praktik kongkalikong.