Buka Puasa Bersama di Abu Dhabi, Keakraban Prabowo dan MBZ Tandai 50 Tahun Hubungan Emas RI-PEA

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis, 26 Februari 2026 Foto: BPMI Setpres/Cahyo

JAKARTA, Generasi.co — Suasana penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Momen istimewa di bulan suci Ramadan ini sekaligus menjadi penanda setengah abad (50 tahun) kokohnya hubungan diplomatik kedua negara pada 2026.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dilangsungkan di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis (26/2/2026). Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden MBZ di area taman terbuka istana. Latar pepohonan palem yang berpadu dengan cahaya senja Abu Dhabi menciptakan nuansa dialog yang setara, terbuka, dan sangat akrab.

Dari Iftar Bersama hingga Pertemuan Empat Mata

Kedekatan personal kedua pemimpin negara ini terlihat jelas dari rangkaian acara yang tidak hanya berfokus pada agenda politik kaku. Formasi duduk melingkar antardelegasi memecah batasan protokoler, memperlihatkan rasa saling menghormati yang mendalam.

Momen kebersamaan tersebut memuncak saat kedua kepala negara beserta jajaran delegasi melangsungkan buka puasa (iftar) bersama yang dilanjutkan dengan ibadah salat Magrib berjemaah.

Usai berbuka puasa, agenda dilanjutkan dengan dua format pertemuan penting:

  1. Pertemuan Diperluas (Expanded Meeting): Membahas berbagai langkah konkret dan komprehensif, khususnya terkait penguatan kerja sama di sektor transisi energi, investasi skala besar, dan kemitraan ekonomi masa depan.
  2. Pertemuan Empat Mata (Tête-à-tête): Presiden Prabowo dan Presiden MBZ berbincang langsung secara tertutup. Percakapan ini menegaskan tekad kuat dari level pemimpin tertinggi untuk memastikan kolaborasi strategis berjalan saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.

Dihadiri Jajaran Menteri dan Bos Pindad

Keseriusan Indonesia dalam menggarap potensi kerja sama dengan PEA tercermin dari jajaran delegasi inti yang dibawa oleh Presiden Prabowo. Hadirnya Menteri Energi dan Direktur Utama BUMN Pertahanan (Pindad) mengisyaratkan adanya lobi-lobi krusial di sektor energi dan industri strategis.

Berikut adalah daftar delegasi tingkat tinggi dari kedua negara:

  • Delegasi Indonesia: Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, dan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.
  • Delegasi PEA: Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.

Lawatan diplomatik di bulan Ramadan ini menjadi fondasi yang sangat kokoh bagi Indonesia dan PEA. Setengah abad kemitraan kini siap bertransformasi membuka babak baru kerja sama ekonomi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa.