Jakarta, Generasi.co — Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) justru tampil trengginas. Melalui strategi transformasi BRIvolution Reignite, perseroan sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026, atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pencapaian impresif tersebut diumumkan langsung oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kualitas Aset Terjaga, Dana Murah (CASA) Meroket
Hery Gunardi membeberkan bahwa lonjakan profitabilitas ini bukan sekadar hasil dari ekspansi kredit yang masif, melainkan berkat perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya dana (cost of fund) yang berkelanjutan. Kunci utamanya berada pada perbaikan struktur pendanaan, khususnya peningkatan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).
“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery.
Fundamental bisnis yang kokoh juga tercermin dari rasio profitabilitas perusahaan. Return on Assets (ROA) BRI tercatat meningkat menjadi 2,8 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) melonjak dari 17,1 persen pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 18,4 persen pada tahun ini.
Fokus Masa Depan: Ekosistem UMKM End-to-End
Meski mencatatkan angka pertumbuhan kredit konsolidasi yang agresif, yakni naik 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun, BRI memastikan ekspansi tersebut dilakukan secara selektif dan terukur.
Ke depan, Hery menegaskan bahwa BRI tidak akan menggeser core business-nya. Perseroan akan terus memperkuat perannya sebagai jangkar ekonomi kerakyatan dengan menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai episentrum pertumbuhan.
Dukungan terhadap UMKM akan diberikan secara menyeluruh (end-to-end), mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan ekosistem digital dan pasar yang lebih luas.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Transformasi BRIvolution Reignite diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, pemegang saham, dan masyarakat luas,” pungkas Hery.










