Dedi Mulyadi Larang Industri Buka Lamaran Kerja, Seleksi Lewat Data Disnaker

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mensyaratkan seluruh perusahaan di wilayahnya tidak lagi membuka lamaran kerja secara manual. Menurutnya, proses rekrutmen cukup dilakukan dengan mengakses data pencari kerja yang tersedia di Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat.

“Saya mensyaratkan pada seluruh industri di Jawa Barat, tidak boleh ada lamaran kerja. Semua orang cukup diakses dari data, kemudian dipanggil seleksi,” ujar Dedi di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Kamis (2/10/2025).

Ia menegaskan langkah ini untuk meringankan beban pencari kerja. Persyaratan administratif seperti SKCK baru akan diminta setelah calon pekerja dipanggil untuk seleksi. “Jangan sampai orang lagi nyari kerja harus keluar biaya dulu untuk kepentingan persyaratan kerja,” tegasnya.

Sebelumnya, 4.500 lulusan SMA/SMK di Jawa Barat telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Pendidikan untuk mengikuti seleksi di pabrik mobil listrik yang membutuhkan 6.000 tenaga kerja. Dedi menyebut pemegang sertifikat bisa langsung dipanggil perusahaan dengan data yang tersedia di Disnaker tanpa harus menyerahkan lamaran.

“Sehingga tidak ada lagi antrean dramatis lamaran kerja puluhan ribu orang. Ini sudah abad digital,” katanya.