Menlu Sugiono dan Dino Patti Djalal Bahas Peran Pemuda dalam Diplomasi ASEAN

Menlu Sugiono dan Dino Patti Djalal (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menlu Sugiono dan Dino Patti Djalal (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menlu RI Sugiono menerima kunjungan pendiri sekaligus ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal berdiskusi entang peningkatan peran pemuda dalam diplomasi.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menerima kunjungan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal di kantor Kementerian Luar Negeri, Rabu (16/7/2025). Pertemuan ini membahas pentingnya peningkatan peran masyarakat sipil, khususnya generasi muda, dalam proses diplomasi dan kerja sama kawasan Asia Tenggara.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, Dino menyampaikan ia memaparkan rencana besar FPCI untuk menyelenggarakan ASEAN for the Peoples Conference (AFPC) pada 6–7 September 2025 di Jakarta. Konferensi ini bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat sipil di kawasan dalam upaya membangun ASEAN yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada rakyat.

“AFPC ini sepenuhnya sejalan dengan visi ASEAN yang berpusat pada rakyat (people-centered ASEAN),” tulis Dino dalam unggahannya, dikutip Kamis (18/7).

Ia menjelaskan konferensi tersebut akan menjadi wadah bagi organisasi masyarakat sipil (CSO) dan LSM dari seluruh Asia Tenggara yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, kecerdasan buatan (AI), kesehatan, tata kelola yang baik, antikorupsi, perubahan iklim, keberlanjutan, jurnalisme, keamanan manusia, pembangunan, budaya, serta pemuda.

FPCI mengundang CSO dan LSM yang aktif berkontribusi bagi kepentingan publik untuk turut serta dalam AFPC. Dino menekankan inisiatif ini bersifat independen dan lahir dari bawah (bottom-up), selaras dengan semangat Piagam ASEAN yang diawali dengan kalimat: ‘We the Peoples of the ASEAN Member States’.

Selain membahas rencana AFPC, Dino dan Menlu Sugiono juga berdiskusi mengenai isu-isu kebijakan luar negeri dan perkembangan global yang relevan dengan ASEAN. Dino menyampaikan apresiasi atas dukungan Menlu Sugiono terhadap konferensi ini.

“Terima kasih kepada Menteri Luar Negeri Sugiono atas dukungannya terhadap inisiatif independen dan partisipatif dari rakyat ASEAN ini,” ungkap Dino.

Menlu Sugiono, dalam pertemuan tersebut, menyatakan pentingnya menjembatani diplomasi antarnegara dengan aspirasi dan peran aktif masyarakat, khususnya anak muda. Menurutnya, diplomasi abad ke-21 tidak bisa hanya dilakukan oleh elit pemerintah, melainkan juga harus melibatkan aktor non-negara yang memiliki daya dorong besar terhadap perubahan sosial dan kerja sama lintas negara.

Pendaftaran untuk konferensi ini telah dibuka melalui situs resmi: aseanforthepeoples.org. Dino mengajak seluruh organisasi masyarakat sipil dan LSM yang tertarik untuk segera mendaftarkan diri.

“Perlu diingat, tidak akan pernah ada komunitas ASEAN sejati jika rakyatnya tidak saling terhubung dan terlibat satu sama lain,” tutup Dino dalam unggahannya.

Konferensi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membentuk komunitas ASEAN yang lebih kuat, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya.

(BAS/Red)