Generasi.co, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyiapkan pendampingan psikososial bagi keluarga dan anak dari terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok massa di Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pendampingan akan disesuaikan dengan hasil asesmen yang dilakukan Kementerian Sosial.
“Kami akan melakukan pendampingan psikososial dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan sesuai hasil asesmen,” kata Gus Ipul usai konferensi pers mengenai rancangan Peraturan Presiden Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP di Jakarta, Selasa.
Gus Ipul mengatakan tim Kemensos telah mendatangi rumah duka dan berdialog dengan keluarga korban. Namun, menurutnya, keluarga masih diselimuti suasana duka sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan pembicaraan lebih mendalam.
Meski demikian, hasil asesmen awal menunjukkan kondisi ekonomi keluarga berada pada desil dua. Berdasarkan kondisi tersebut, Kemensos menawarkan kesempatan kepada anak korban untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Karena memang memenuhi syarat untuk bisa berkenan sekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan Kemensos akan kembali menjalin komunikasi dengan keluarga setelah situasi lebih kondusif agar bentuk bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Pada prinsipnya, kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut,” kata Gus Ipul.
Kasus pengeroyokan itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.30 Wita di Banjar Juwuk Legi, Baturiti, Kabupaten Tabanan. Korban diduga tertangkap tangan saat mencuri ayam milik warga, yang kemudian memicu amarah massa karena wilayah tersebut disebut kerap dilanda kasus pencurian ayam.
Korban dikeroyok hingga meninggal dunia di lokasi. Massa juga membakar sepeda motor yang digunakannya sebelum polisi tiba di tempat kejadian.
Hasil penyelidikan mengungkap sepeda motor yang dibakar diduga merupakan kendaraan hasil pencurian pada 2018.
Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut, yakni MJ, WS, KB, ML, dan ND. Hingga kini, kepolisian masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam peristiwa tersebut.










