Yerusalem, Generasi.co — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut sosok penakluk Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, lebih unggul dibandingkan Yesus Kristus. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terbuka kepada media internasional pada hari ke-20 eskalasi militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Jumat (20/3/2026).
Mengutip pendapat sejarawan dan filsuf Will Durant dari bukunya The Story of Civilization (1935), Netanyahu menggunakan perumpamaan tersebut untuk menjustifikasi agresi militer dan pendekatan kekuatan keras (hard power) di tengah situasi geopolitik yang memanas.
“Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan, agresi akan mengalahkan kesederhanaan,” ujar Netanyahu dalam video konferensi pers berdurasi 59 menit yang disiarkan melalui akun resmi X @IsraeliPM.
Klaim Dominasi Bersama AS dan Tepis Isu Kematian
Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi Israel selain mempercepat serangan terhadap Iran. Ia menyerukan perlunya mengembalikan ketegasan militer dunia yang dipimpin oleh aliansi Israel dan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
“Jika Anda melihat dunia seperti sekarang ini, Anda jangan buta untuk melihat bahwa negara-negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat, bersama kami, harus menegaskan kembali kemauan untuk membela diri, dengan menentang musuh-musuh kami. Itulah yang sekarang sedang kita lakukan bersama Amerika Serikat. Kami juga melindungi seluruh dunia,” tegas Netanyahu, yang sebelumnya juga menghadapi sorotan tajam dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait operasi militer di Gaza.
Kemunculan publik ini sekaligus menepis gelombang spekulasi yang beredar selama sepekan terakhir. Sebelumnya, rumor santer menyebutkan bahwa Netanyahu telah tewas pada 8 Maret 2026 akibat serangan rudal Iran atau karena penyakit parah. Meski otoritas Israel telah merilis video kegiatannya di Pelabuhan Ashdod dan sebuah kedai kopi di Tel Aviv, sejumlah pakar telematika sempat meragukan keasliannya dan menduga penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Update Hari Ke-20 Perang AS-Israel vs Iran
Memasuki pekan ketiga, belum ada tanda-tanda dimulainya perundingan gencatan senjata. Eskalasi konflik justru menunjukkan tren perluasan dampak yang signifikan:
- Saling Serang Fasilitas Strategis: Militer AS dan Israel terus membombardir sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur sumber daya di Teheran. Sebaliknya, Iran melancarkan serangan balasan mematikan ke wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer serta aset ekonomi AS di kawasan Teluk Arab.
- Perluasan Front Pertempuran: Medan konflik kini dilaporkan telah melebar hingga ke wilayah perbatasan Lebanon.
- Ancaman Krisis Ekonomi Global: Kebijakan Iran yang menerapkan strategi buka-tutup di Selat Hormuz—jalur perairan vital bagi sirkulasi minyak fosil dan gas cair (LNG) dunia—mulai memicu kepanikan dan mengancam stabilitas ekonomi global.










