Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut penuh optimisme arah kebijakan fiskal dan ekonomi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menegaskan kesiapan kementeriannya untuk mengeksekusi cetak biru revolusioner yang menempatkan koperasi sebagai tulang punggung logistik nasional.
Langkah strategis ini mencuat di sela-sela agenda Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Parlemen, Jakarta.
“Dalam pidatonyo, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi rantai pasok pertama (first supply chain) di Republik Indonesia. Koperasi akan mempermudah logistik, menjadi motor pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat paling bawah,” tulis Ferry dalam takarir Instagram-nya, Kamis (21/5/2026).
Motor Ekonomi Grassroots: Putar Ratusan Triliun di Daerah
Ferry menjelaskan, transformasi kelembagaan ini bukan sekadar program simbolis, melainkan sebuah lompatan besar untuk menggerakkan roda ekonomi regional secara masif. Dengan menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai rantai pasok pertama, kendali distribusi komoditas dan kebutuhan pokok akan langsung dipegang oleh warga setempat.
Konsep ini diproyeksikan mampu memotong jalur distribusi yang panjang dan tidak efisien, sekaligus mendorong perputaran nilai ekonomi yang sangat fantastis.
- Skala Ekonomi Mikro: Potensi perputaran dana segar diperkirakan mampu menyentuh angka ratusan triliun rupiah.
- Cakupan Wilayah: Aliran modal dan transaksi ini akan mengalir langsung dan mengendap di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten di seluruh penjuru tanah air.
Mengubah Arah Arus Modal Ke Luar Kota
Lebih jauh, Menkop Ferry Juliantono menekankan bahwa visi ekonomi Presiden Prabowo ini menjadi jawaban atas ketimpangan perputaran uang yang selama ini menumpuk di pusat-pusat kota besar (urban center). Sudah saatnya hasil bumi dan daya beli masyarakat desa kembali dinikmati secara utuh oleh masyarakat desa itu sendiri.
“Kita ingin arus ekonomi yang selama ini keluar, kembali berputar dan tumbuh di desa-desa Indonesia. Inilah semangat membangun!” tegas politisi kawakan tersebut mengakhiri pesannya.
Melalui RAPBN 2027, penguatan kapasitas Koperasi Merah Putih dipastikan akan mendapat porsi atensi yang serius guna menciptakan ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan yang mandiri dan berdaulat dari level paling bawah.










