Generasi.co, JAKARTA – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) membutuhkan dukungan guru, murid, dan orang tua. Ketiganya memiliki peran berbeda untuk membantu murid memahami materi, berlatih secara terarah, serta menjaga kondisi mental dan fisik menjelang asesmen.
TKA dirancang untuk mengukur penguasaan konsep inti dan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher-order thinking skills (HOTS). Karena menjadi instrumen asesmen baru, pemahaman yang tepat mengenai tujuan dan pelaksanaannya diperlukan agar persiapan tidak berujung pada kecemasan yang berlebihan.
Bagi guru, langkah awal ialah memahami informasi resmi TKA melalui sosialisasi sekolah atau dinas pendidikan. Guru juga dapat mempelajari kerangka asesmen dan memanfaatkan sumber belajar yang relevan, termasuk Ruang Murid.
Dalam pembelajaran, guru dapat menyisipkan latihan soal berbasis HOTS, memperkuat pemahaman konsep inti, serta menggunakan beragam sumber belajar. Guru juga perlu menjelaskan informasi TKA kepada orang tua agar pendampingan di rumah sejalan dengan proses belajar di sekolah.
Selain itu, guru perlu mendampingi murid dengan empati. Kekhawatiran murid dapat direspons dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memberikan apresiasi atas usaha mereka, dan menyediakan ruang untuk berdiskusi ketika menghadapi kesulitan.
Bagi murid, persiapan dapat dimulai dengan menyusun jadwal belajar harian selama 20–30 menit. Waktu belajar tersebut dapat digunakan untuk memahami konsep dasar, menandai materi yang belum dikuasai, serta berdiskusi dengan guru atau teman.
Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari soal per topik sebelum beralih ke simulasi sederhana. Murid juga dapat mencoba menjelaskan kembali materi yang dipelajari kepada teman untuk memperkuat pemahaman.
Di samping belajar, murid perlu menjaga kesehatan fisik dan mental. Tidur cukup, melakukan peregangan ringan, dan berlatih teknik pernapasan dapat membantu menjaga kondisi selama persiapan. Murid juga dianjurkan membicarakan kekhawatirannya dengan guru, teman, atau orang tua.
Sementara itu, orang tua dapat memulai pendampingan dengan memahami informasi TKA dari sumber resmi dan mengikuti sosialisasi sekolah. Jika ada informasi yang belum jelas, orang tua dapat berkonsultasi dengan guru atau mengakses pusat informasi TKA di Ruang Murid.
Dukungan berikutnya ialah menyediakan lingkungan belajar yang tenang dan nyaman. Orang tua dapat membantu anak membangun rutinitas belajar singkat, memantau perkembangannya, menyediakan makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk membicarakan perasaan dan kesulitan yang dialami anak.
Orang tua juga dapat mengarahkan anak memanfaatkan sumber belajar gratis untuk memperkuat pemahaman materi secara mandiri. Pendampingan tersebut perlu dilakukan tanpa menambah tekanan berlebihan terhadap anak.
Informasi mengenai TKA dan sumber belajar pendukung dapat diakses melalui pusat informasi resmi TKA di laman https://pusatinformasi.murid.kemendikdasmen.go.id/hc/id/categories/50101607376793-Tes-Kemampuan-Akademik.
Persiapan TKA bukan hanya tanggung jawab murid. Kolaborasi guru, orang tua, dan murid diperlukan agar proses belajar berlangsung terarah, konsisten, serta didukung lingkungan yang kondusif.










