Usul Prabowo-Gibran Dua Periode dari Jokowi Tuai Respons Beragam Parpol

Rampungkan Lawatan Strategis dari Rusia dan Prancis, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Disambut Wapres Gibran/Prabowo

Presiden ke-7 RI Joko Widodo meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode. Pernyataan itu memunculkan beragam respons dari partai-partai politik.

Arahan tersebut diungkapkan Ketua DPP PSI Bestari Barus usai bertemu Jokowi di Solo, Kamis (18/6/2026).

“Kepada kami beliau menyampaikan bahwa kita diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan tentang bakal ada dua matahari,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Menurut Bestari, Jokowi juga berpesan agar PSI menjaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Beliau menitip pesan jaga keharmonisan di internal. Dan juga mengingatkan untuk kawan-kawan di mana pun itu mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini,” ujarnya.

Pernyataan Jokowi itu mendapat tanggapan beragam dari partai politik.

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni menegaskan partainya saat ini fokus mendukung pemerintahan Prabowo.

“Mengawal Pak Prabowo itu wajib sampai tuntas mendukung pemerintahan saat ini,” kata Sahroni.

Meski demikian, NasDem belum membahas Pilpres 2029 dan akan mengikuti arahan Ketua Umum Surya Paloh.

Sikap serupa disampaikan Partai Demokrat. Sekretaris Jenderal Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya belum membicarakan Pilpres 2029 dan memilih fokus membantu pemerintahan Prabowo.

“Kami belum membahas, apalagi Undang-Undang Pemilu juga belum dibahas,” kata Herman.

Menurut dia, kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat seluruh pihak perlu memberi perhatian pada pembangunan ekonomi nasional dan keberhasilan program pemerintah.

Dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ketua DPP Mardani Ali Sera menilai permintaan Jokowi agar Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan selama dua periode merupakan hal yang wajar.

“Wajar Pak Jokowi minta dua periode. Alasannya masuk akal, agar ada kelanjutan,” kata Mardani.

Namun, PKS menilai keputusan untuk maju kembali pada Pilpres 2029 sepenuhnya berada di tangan Prabowo, termasuk mengenai sosok wakil presiden pendampingnya.

Partai Golkar justru menegaskan dukungannya agar Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan pernyataan Jokowi sekaligus membantah narasi adanya “dua matahari” di pemerintahan.

“Pesan yang disampaikan Pak Jokowi itu lebih pada penegasan bahwa saat ini Presiden adalah Pak Prabowo,” kata Doli.

Ia menegaskan Golkar akan berada di garis depan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran dan telah memutuskan mendukung Prabowo untuk periode kedua.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan partainya saat ini fokus memastikan program-program pemerintah berjalan baik dan mampu menjawab harapan masyarakat.

“PKB saat ini fokus memastikan agar program-program pemerintahan bisa berjalan dengan baik sekaligus mampu menjawab harapan dan suara rakyat,” ujarnya.

PDI Perjuangan juga belum memikirkan Pemilu 2029. Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan partainya saat ini lebih fokus bekerja di tengah masyarakat.

“PDI Perjuangan belum berpikir soal Pemilu 2029. Instruksi dari Ibu Ketua Umum, kami harus gerak di akar rumput, menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Guntur.

Adapun Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan tetap loyal mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan.

“PAN tetap akan bersama Prabowo-Gibran sampai akhir periode ini. Kami fokus membantu mewujudkan Asta Cita Presiden,” kata Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay.