JAKARTA, Generasi.co — Komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam mendukung visi pembangunan pemerintah kini semakin terasa hingga ke ujung beranda Nusantara. Melalui penguatan jaringan laku pandai Agen46, BNI sukses mengintegrasikan layanan perbankan formal dengan ekosistem ekonomi pedesaan, selaras dengan poin keenam Asta Cita yang menekankan pembangunan dari desa.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa BNI kini bukan sekadar lembaga perbankan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah dijalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang,” ujar Putrama, Kamis (5/3/2026).
Menembus Wilayah 3T: Indonesia Bagian Tengah Jadi Fokus
Hingga akhir 2025, BNI mencatatkan lonjakan signifikan dalam jangkauan layanannya. Sebanyak lebih dari 217.000 Agen46 kini telah beroperasi di 35.000 desa di seluruh Indonesia. Menariknya, BNI memberikan perhatian khusus pada wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) dengan menempatkan lebih dari 28.000 agen.
Distribusi Agen46 di wilayah 3T tercatat sebagai berikut:
- Indonesia Bagian Tengah: 13.800 Agen46 (Populasi terbanyak di wilayah 3T).
- Indonesia Bagian Barat: 9.700 Agen46.
- Indonesia Bagian Timur: 4.600 Agen46.
Kehadiran para agen ini memastikan bahwa masyarakat di pelosok tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang atau ATM hanya untuk melakukan transaksi dasar seperti transfer, tarik tunai, hingga pembayaran pajak.
Rapor Transaksi Agen46 Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, Agen46 berhasil mencatatkan nominal transaksi yang impresif, didorong oleh kebutuhan mendasar masyarakat desa terhadap akses keuangan.
| Jenis Transaksi | Persentase |
| Inquiry (Cek) Saldo | 42% |
| Penarikan Tunai | 27% |
| Top Up E-Wallet & Transfer Antar Bank | 19% |
| Transfer Sesama BNI | 7% |
| Setoran Tunai (Cash Deposit) | 5% |
Digitalisasi Warung: Dari Toko Kelontong ke Pusat Keuangan
BNI tidak hanya sekadar “menitipkan” layanan, tetapi juga memberdayakan para pelaku UMKM dan pemilik toko kelontong yang menjadi Agen46 dengan aplikasi canggih. Aplikasi ini memungkinkan realtime sharing fee, sehingga setiap transaksi yang difasilitasi langsung menambah pendapatan pemilik warung melalui sistem komisi.
Fitur unggulan lainnya mencakup pembukaan rekening online, penyaluran subsidi pemerintah, hingga referral pinjaman KUR Mikro melalui formulir digital. Integrasi ini terbukti meningkatkan trafik pelanggan di toko kelontong sekaligus mengangkat kualitas hidup masyarakat setempat.
Dengan langkah ini, BNI membuktikan bahwa digitalisasi keuangan bukan hanya milik masyarakat perkotaan, melainkan kunci utama untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal yang berkeadilan sesuai mandat konstitusi.










