Bongkar Praktik Ilegal di Laut RI, Prabowo: Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Asing Curi Kekayaan Kita!

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti tajam maraknya praktik pencurian sumber daya alam (SDA) oleh kapal-kapal asing di wilayah perairan yurisdiksi nasional. Di hadapan para anggota dewan, Prabowo menegaskan bahwa aktivitas ilegal tersebut terjadi hampir setiap malam dan menjadi ancaman serius bagi kedaulatan negara.

Pernyataan keras ini disampaikan Kepala Negara saat berpidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Darurat Penegakan Kedaulatan Maritim

Presiden Prabowo membeberkan realitas pahit bahwa kekayaan laut Nusantara yang teramat luas masih terus dikeruk tanpa izin oleh pihak luar. Ia menuntut adanya langkah tegas dan nyata untuk menjaga kedaulatan di perairan sendiri.

“Bumi dan air kita sangat luas. Tiap malam puluhan ribu kapal berbendera asing mengambil kekayaan kita secara ilegal, secara tidak sah. Harus kita tegakkan kedaulatan kita di lautan kita sendiri,” tegas Prabowo dari atas mimbar.

Menurutnya, eksploitasi ilegal yang dibiarkan terus-menerus tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga melecehkan muruah bangsa di mata internasional.

Posisi Strategis RI: Urat Nadi Perdagangan Dunia

Di balik ancaman pencurian tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia sejatinya memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk melompat menjadi negara maju. Salah satu kekuatan geopolitik terbesar Indonesia adalah posisi geografisnya yang berada di persimpangan urat nadi logistik global.

“Kita sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-cita dan harapan ini. Posisi geografis kita sangat strategis. Puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita,” ujarnya.

Oleh sebab itu, potensi laut tidak boleh sekadar menjadi jalur perlintasan yang aman bagi negara lain, melainkan harus dikuasai dan dijaga seutuhnya untuk kemakmuran rakyat.

Ditopang Kekayaan Alam dan Pasar Sebesar Eropa

Selain kekuatan maritim, Prabowo juga menyinggung dua pilar penopang ekonomi masa depan Indonesia: sumber daya alam yang melimpah ruah di daratan serta kekuatan pasar domestik yang didorong oleh bonus demografi.

Apabila dikelola secara optimal dan dilindungi dari praktik kebocoran, kekuatan ini diyakini mampu membuat Indonesia mandiri dan berdaulat.

  • Kekuatan Demografi: “Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa,” urai Prabowo.
  • Harta Karun Komoditas: Presiden merinci rentetan komoditas strategis yang bernilai tinggi di pasar global. “Kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga kita, minyak kelapa sawit kita, logam tanah jarang, (hingga) kekayaan lautnya melimpah,” pungkasnya.