JAKARTA, Generasi.co — Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan perombakan manajemen dan tata kelola anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil demi memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berjalan jauh lebih efektif dan efisien.
Seiring dengan proses evaluasi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar publik dan berbagai pihak tidak lagi menjadikan program andalan pemerintah tersebut sebagai sasaran kritik yang tidak berdasar.
“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” tegas Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Presiden Terbuka Terhadap Masukan Publik
Purbaya memastikan bahwa pemerintah sama sekali tidak anti-kritik. Segala masukan terkait pelaksanaan MBG terus ditampung dan dipertimbangkan. Saat ini, Presiden Prabowo tengah berhitung cermat untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi anak sekolah.
“Jadi bukan immune (kebal) terhadap masukan. Bapak kita itu, Pak Presiden, sedang menghitung gimana yang terbaik tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah,” terangnya.
Pagu Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Ada Potensi Efisiensi Lanjutan
Sebagai bentuk nyata efisiensi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan pagu anggaran MBG untuk tahun 2026 sebesar Rp268 triliun. Angka ini merupakan hasil rasionalisasi dari rencana awal APBN yang sempat menyentuh angka Rp335 triliun.
Menkeu menjelaskan bahwa selisih dana tersebut berasal dari Dana Standby Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), di mana Presiden mengeluarkan kebijakan dana cadangan sebesar Rp67 triliun. Dari total alokasi Rp268 triliun yang dikelola BGN saat ini, sebanyak 93 persen akan difokuskan langsung untuk eksekusi program MBG.
Kendati pagu sudah ditetapkan, Purbaya memberi sinyal bahwa ruang penghematan lebih lanjut masih sangat terbuka. “Yang terakhir Rp268 triliun, untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” imbuhnya.
Kinerja Penyaluran: Realisasi Sentuh Rp75 Triliun
Di tengah proses efisiensi manajemen, penyaluran MBG di lapangan tetap berjalan masif. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan per 30 April 2026, realisasi program MBG telah mencapai Rp75 triliun (22,4 persen dari asumsi awal Rp335 triliun).
Dana jumbo tersebut tercatat telah berhasil dieksekusi dan menjangkau target sasaran secara luas, dengan rincian:
- 61,96 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
- 27.295 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi menyalurkan makanan.
“Anggaran sekarang berapa? Rp268 triliun, tapi nanti ada penghematan lebih lanjut sesuai instruksi Pak Presiden agar dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” pungkas Purbaya.










