JAKARTA, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi memegang peranan krusial sebagai urat nadi perekonomian di tingkat akar rumput. Melalui pendekatan yang tepat, kehadiran koperasi diyakini akan membuat desa-desa di Indonesia semakin maju, mandiri, dan tidak lagi bergantung pada pihak luar.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkop Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, menyoroti visi besar pemerintah dalam membangun kedaulatan ekonomi desa.
“Dengan koperasi, pertumbuhan ekonomi rakyat akan nyata dan desa-desa akan semakin maju. Desa tidak akan terus bergantung kepada pihak lain, karena desa akan memiliki kekuatannya sendiri,” tegas Ferry Juliantono dalam unggahannya.
Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Layanan Terpadu Desa
Untuk mewujudkan desa yang maju dan mandiri, Ferry mendorong optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat ekosistem ekonomi yang mampu melayani berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara komprehensif dalam satu pintu.
Melalui kehadiran Koperasi Merah Putih, masyarakat desa nantinya dapat dengan mudah mengakses:
- Kebutuhan bahan pokok (sembako) dan penyaluran gas.
- Distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.
- Fasilitas kredit murah untuk menggerakkan UMKM lokal.
- Layanan logistik dan penyaluran program bantuan pemerintah.
- Fasilitas apotek yang menyediakan obat-obatan murah dan terjangkau.
Bela Petani: Koperasi Wajib Punya Armada Truk Sendiri
Selain memenuhi kebutuhan harian warga, Menkop juga menitikberatkan peran koperasi sebagai pelindung utama para petani. Ia mengakui bahwa dari tahun ke tahun, masalah yang dihadapi petani selalu berputar pada isu yang sama: kelangkaan pupuk, keterbatasan modal, hingga kesulitan akses pasar pascapanen yang kerap membuat hasil panen rusak atau gagal terserap.
Sebagai solusi konkret agar desa semakin maju, Ferry menginstruksikan koperasi untuk bertransformasi memiliki infrastruktur logistik secara mandiri guna memutus rantai distribusi yang panjang dan merugikan.
“Sekarang koperasi harus punya kekuatan sendiri. Punya truk sendiri, punya pickup sendiri, sehingga petani tidak lagi bergantung kepada siapa pun untuk membawa hasil panennya ke pasar yang mereka kehendaki,” ujar Ferry.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang berdaya saing tinggi, di mana roda ekonomi berputar maksimal dari, oleh, dan untuk masyarakat desa itu sendiri.










