Angga Raka Bantah Keras Isu Presiden Dibentengi Informasi Buruk: Prabowo Sangat Melek Teknologi dan Selalu Update

Wamen Komdigi Angga Raka Dampingi Mensesneg Tinjau Gladi Upacara HUT ke-80 RI (Sumber: Komdigi)
Wamen Komdigi Angga Raka Dampingi Mensesneg Tinjau Gladi Upacara HUT ke-80 RI (Sumber: Komdigi)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, dengan tegas membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo dikelilingi oleh “tembok” atau dibentengi dari informasi dan data yang buruk. Angga memastikan bahwa Presiden selalu menerima informasi, termasuk kritik dan berita terkini, secara utuh.

Klarifikasi ini disampaikan Angga Raka Prabowo menyusul adanya isu yang beredar, di mana beberapa pihak menyebutkan bahwa Presiden dikelilingi oleh tembok yang menyulitkan menteri dan kepala lembaga untuk menembus dan menyampaikan informasi secara mudah. Angga menegaskan, anggapan bahwa Presiden tidak menerima data atau informasi secara utuh, atau susah ditemui, adalah tidak benar.

“Saya harus jawab tidak benar,” ujar Angga Raka Prabowo menanggapi isu tersebut, dalam sebuah wawancara dengan media swasta.

Presiden Sangat Melek Teknologi

Angga Raka Prabowo menjamin bahwa Presiden Prabowo adalah sosok pemimpin yang memiliki akses penuh terhadap informasi dan data terkini. Hal ini didukung oleh fakta bahwa Presiden adalah pribadi yang sangat melek teknologi.

“Presiden hari ini beliau adalah orang yang sangat melek teknologi ya,” jelas Angga. Ia menambahkan bahwa Presiden adalah pengguna gadget dan juga pengguna tablet.

Presiden Prabowo juga membuktikan dirinya selalu update dengan informasi, bahkan dari sumber-sumber yang sifatnya non-formal. Angga menceritakan bahwa dalam beberapa kesempatan, Presiden kerap menyebutkan informasi yang didapatnya sendiri, yang menandakan beliau tidak hanya menerima hal-hal yang baik-baik saja:

“Makanya kalau misalnya di beberapa kesempatan kan saya habis dengar nih podcast ini, saya habis lihat berita ini. Itu menandakan beliau tidak ee tadi kalau ada anggapan menerima hal-hal yang baik-baik aja tidak.”

Sebagai pembantu Presiden, Angga menekankan bahwa sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban bagi mereka untuk memberikan informasi yang seutuh-utuhnya kepada pemimpin negara. Angga juga mencontohkan bahwa Presiden mengambil keputusan berdasarkan data yang utuh, seperti diluncurkannya program Sekolah Rakyat karena Presiden mengetahui hari ini ada sekian juta anak-anak yang putus sekolah atau tidak pernah merasakan bangku sekolah.

Klarifikasi Mengenai Filter Pertemuan

Mengenai anggapan bahwa sulit bertemu Presiden, Angga mengklarifikasi bahwa adanya “filter” bukanlah upaya membentengi informasi, melainkan manajemen waktu dan prioritas.

Angga menjelaskan bahwa dalam satu hari, Presiden bisa menerima 20 hingga 50 permintaan untuk bertemu. Oleh karena itu, jika tidak ada filter, akan sulit mengatur waktu Presiden. Filter tersebut bertujuan untuk mengelola waktu karena di dunia ini, waktu adalah hal yang tidak bisa dibeli.

Pada dasarnya, Presiden dalam berbagai kesempatan memberikan kesempatan kepada semua menteri untuk menyampaikan pandangan dan informasi, dan mereka bebas untuk meminta waktu bertemu.

Menurut Angga, Presiden memandang kabinetnya seperti kesebelasan sepak bola, di mana setiap orang memiliki peran (seperti striker, penjaga gawang, atau tim cadangan di bench). Prioritas dalam tim adalah bagaimana mencetak gol, atau bagaimana mencari solusi atas permasalahan masyarakat, yang hari ini menjadi fokus utama Presiden.

Angga Raka Prabowo menyimpulkan bahwa ia tidak melihat Presiden dibentengi. Presiden sebagai pemimpin nomor satu di Republik ini mendapatkan informasi yang utuh.