Diundang Dubes Saudi, HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Hentikan Perang, Hadirkan Perdamaian dan Keadilan

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong pelaksanaan haji 2026 tetap berlangsung aman dan menjadi momentum diplomasi perdamaian di Timur Tengah/MPR RI

Jakarta, Generasi.co — Meningkatnya tensi geopolitik dan eskalasi konflik di Timur Tengah memantik kekhawatiran serius terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Merespons ancaman tersebut, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mendesak agar pelaksanaan haji tahun ini dijadikan momentum global untuk menghentikan perang secara permanen.

Pernyataan tegas ini disampaikan HNW saat menghadiri undangan halal bihalal bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Faisal Abdullah Amody, beserta puluhan pimpinan ormas Islam dan pesantren di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

HNW memperingatkan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mengancam keamanan rute penerbangan, tetapi juga memicu lonjakan biaya haji akibat meroketnya harga avtur global.

“Penyelenggaraan ibadah haji dapat menjadi momentum menghentikan perang dengan segala dampak negatifnya, serta menghadirkan perdamaian. Agar seluruh proses menuju dan melaksanakan ibadah haji berlangsung aman, kondusif yang akan memungkinkan jemaah beribadah dengan tenang dan khusyuk,” tegas HNW di hadapan forum.

Kecam Serangan Sipil dan Tuntut Perluasan Spektrum Damai

Politisi senior dari Dapil Jakarta II ini secara khusus menyerukan kepada negara-negara yang berkonflik untuk segera menahan diri. Ia juga mengecam keras berbagai serangan militer yang menyasar fasilitas sipil, baik di Iran maupun fasilitas vital di Arab Saudi.

Terkait inisiatif perdamaian yang diprakarsai oleh negara seperti Pakistan, HNW menyambut baik namun menuntut adanya perluasan spektrum diplomasi agar perdamaian yang tercipta benar-benar komprehensif dan berkeadilan.

  • Penyelesaian Komprehensif: Inisiatif damai tidak boleh hanya terbatas pada AS dan Iran, melainkan harus mencakup Lebanon, negara-negara Teluk, hingga penghentian genosida di Palestina.
  • Keamanan 221 Ribu Jemaah RI: Sebagai penyumbang jemaah terbesar (221 ribu orang), stabilitas kawasan adalah harga mati bagi Indonesia demi menjamin keselamatan warganya.

“Prakarsa penghentian perang itu spektrumnya perlu diperluas… sehingga dapat menghadirkan keadilan dan mewujudkan perdamaian secara menyeluruh,” lanjutnya.

Dorong Arab Saudi Pimpin Pembebasan Al-Aqsha

Di samping mengapresiasi jaminan keamanan ibadah haji dari Dubes Arab Saudi, HNW juga melontarkan dorongan strategis kepada Kerajaan Arab Saudi terkait nasib Masjid Al-Aqsha yang masih berada di bawah cengkeraman Israel.

Ia mendorong agar Arab Saudi mengambil peran yang lebih aktif dan terdepan dalam menyelamatkan kiblat pertama umat Islam tersebut. Menurutnya, keberhasilan membebaskan Masjid Al-Aqsha akan menyempurnakan kemuliaan Arab Saudi yang selama ini melayani dua Tanah Suci (Makkah dan Madinah), sekaligus menjadi katalisator persatuan umat Islam sedunia.

“Dengan berhentinya perang dan hadirnya perdamaian… maka pelaksanaan haji 2026 malah benar-benar bisa menjadi momentum penting hadirkan kerja sama global dan bersatunya umat Islam di tingkat dunia,” pungkas Hidayat.