Generasi.co, Tangerang – Swiss German University (SGU) bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi meluncurkan dua inovasi pangan, Kemirich Gold dan Rhisoya.
Kemirich Gold dan Rhisoya ini diperkenalkan pada gelaran Apresiasi Kreasi Gemilang (AKG) 2025 di Mall Ciputra, Citra Raya, Sabtu (29/11/2025).
Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam upaya menggabungkan kekuatan akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk menjawab tantangan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kedua produk tersebut merupakan bagian dari Program SINERGIZI, sebuah kolaborasi strategis lintas lembaga yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, SGU, Badan Gizi Nasional, dunia usaha, dan masyarakat dari sepuluh desa.
Melalui program ini, SGU mengembangkan inovasi pangan berbasis riset terapan, mulai dari formulasi, standarisasi, hingga pendampingan proses produksi di tingkat masyarakat.
Produk yang dihasilkan pun tidak hanya berorientasi pada perbaikan gizi anak, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terlibat dalam proses produksinya.
Kemirich Gold merupakan minyak kemiri tinggi omega yang dikembangkan oleh peneliti SGU, Assoc. Prof. Dr. Hery Sutanto, S.Si., M.Si., sebagai alternatif sumber Omega untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Produk ini dirancang untuk menjadi pilihan pengganti minyak ikan, terutama bagi anak-anak yang memerlukan tambahan nutrisi untuk perkembangan optimal.
Sementara itu, Rhisoya adalah bumbu tabur tinggi protein berbahan dasar tempe semangit yang dikembangkan oleh peneliti SGU, Assoc. Prof. Maria Dewi P.T Gunawan Puteri, M.Sc., Ph.D.
Produk ini memiliki daya serap protein lebih tinggi dibanding tempe biasa, dengan kandungan protein hingga 70%, menghasilkan cita rasa gurih alami dan mudah dikonsumsi anak-anak dalam menu sehari-hari.
Inovasi pangan ini kemudian disinergikan dengan dukungan perusahaan swasta melalui skema CSR, dimana produk-produk tersebut akan dibeli dan dibagikan secara gratis kepada anak-anak di wilayah binaan Kabupaten Tangerang.
Pendekatan ini memberikan dampak berlapis, yakni memperkuat status gizi anak, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa yang terlibat dalam produksi, serta mendukung percepatan penurunan kemiskinan ekstrem.
Tidak hanya itu, produksi tempe dari desa binaan juga tengah dipersiapkan untuk memenuhi standar SPPG sehingga dapat berkontribusi langsung pada program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran SGU dalam program ini mencerminkan karakter institusi yang telah lama dikenal sebagai universitas internasional pertama di Indonesia yang mengusung model pendidikan dual nation, menggabungkan kurikulum Jerman, Swiss, dan Indonesia.
Dengan fokus kuat pada riset terapan, laboratorium berstandar internasional, dan kolaborasi industri, SGU secara konsisten menghasilkan inovasi di bidang teknologi, kesehatan, bisnis, dan pangan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung kemajuan nasional.
Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menegaskan bahwa peluncuran ini mencerminkan peran SGU sebagai institusi akademik yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, akan tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa inovasi harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Melalui kolaborasi dengan Kabupaten Tangerang, SGU menghadirkan hasil riset yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Peluncuran Kemirich Gold dan Rhisoya yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan komunitas mampu menghasilkan inovasi yang berdampak luas.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen SGU untuk terus mengembangkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. (BAS)










