Generasi.co, Mojokerto – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan pembiayaan KUR perumahan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp13,8 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut menjadi penyaluran KUR perumahan terbesar di Indonesia.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan realisasi tersebut telah mencapai sekitar 63 persen dari total target penyaluran tahun ini.
“Dari total semuanya, pencapaian BRI itu, baik yang KUR perumahan dan juga FLPP, totalnya kami sudah menyalurkan sebesar Rp13,8 triliun atau pencapaiannya sekitar 63 persen,” ujar Hery dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 23 Juli 2026.
Hery menjelaskan BRI memperoleh porsi penyaluran pembiayaan sebesar Rp22 triliun untuk mendukung program tiga juta rumah pemerintah. Alokasi tersebut terdiri atas Rp10 triliun untuk KPR bersubsidi melalui skema FLPP dan Rp12 triliun untuk KUR perumahan.
“BRI itu mengambil peran totalnya adalah Rp22 triliun, Rp10 triliun untuk KPR bersubsidi atau FLPP dan Rp12 triliun untuk KUR perumahan. Pencapaian BRI sudah hampir 89 persen,” kata Hery.
Capaian tersebut disampaikan dalam press briefing persiapan program rumah subsidi dan KUR perumahan BRI di Mojokerto.
Kinerja BRI mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Menurut dia, BRI menjadi bank dengan penyaluran KUR perumahan terbesar sehingga mendorong pemerintah menaikkan alokasi KUR perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
“Dan itu capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR perumahan. Dan KUR perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI. Jadi saya sangat menghargai dari data yang ada, yang diberikan Menko, BRI sendirian itu lebih besar dari semua bank digabung jadi satu. Nah, itu. Jadi kinerjanya seperti itu. Nah, kenapa bisa begitu? Saya melihat bekerjanya sangat strategik, ya, dan turun dan tepat sasaran,” ujar Maruarar.
BRI menyatakan optimistis penyaluran pembiayaan rumah subsidi akan terus meningkat hingga akhir tahun. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah sekaligus mendukung program tiga juta rumah pemerintah.










