Deretan Alasan Makan Buah secara Langsung Lebih Sehet Ketimbang Jus

Buah-buhana/Unsplash

Banyak orang menganggap jus buah yang baru dibuat sebagai pilihan paling sehat, sehingga rutin diminum setiap pagi untuk memulai hari. Meski terlihat menyehatkan, jus memiliki sejumlah kekurangan, terutama karena kandungan gulanya yang tinggi.

Jus tetap bisa bermanfaat jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Namun, jus tidak dapat menggantikan kebutuhan harian akan buah utuh.

HealthShots berbincang dengan Dr. Jinal Patel, Ahli Diet di Apollo Spectra Hospital, Mumbai, untuk menjawab pertanyaan: lebih baik jus buah atau buah utuh?

Apakah jus buah tidak sehat?

Tahukah Anda? Jus merupakan bentuk konsentrat, dan dalam proses ekstraksi, banyak nutrisi penting yang justru hilang. “Itu tidak sehat meskipun dibuat segar. Jus bukan pilihan yang baik bagi penderita diabetes karena dapat memicu kenaikan gula darah yang tidak normal akibat kandungan gulanya. Selain itu, jus dapat menyebabkan penambahan berat badan karena kadar gulanya tinggi. Obesitas dan kenaikan berat badan terkait erat dengan hipertensi, diabetes, dan masalah jantung. Jadi, minum jus mungkin bukan ide yang baik,” jelas Dr. Patel.

5 alasan mengapa makan buah lebih baik daripada minum jus

1. Mengandung nutrisi penting

Jus dibuat dengan mengekstrak cairan dari buah utuh. Dalam proses ini, kulit buah—yang mengandung vitamin dan nutrisi penting—sering dibuang.
“Proses ekstraksi jus meninggalkan banyak nutrisi,” kata Dr. Patel. Contohnya, buah jeruk kaya flavonoid, namun sebagian besar tersimpan di bagian pulp, bukan di air perasannya.

2. Kaya serat pangan

Kekurangan terbesar jus buah adalah tidak adanya serat. Proses juicing membuat gula dalam buah lebih cepat dilepaskan dan serat hilang.
Buah utuh mengandung serat tinggi yang penting untuk pencernaan. “Kandungan serat dan nutrisi lain di kulit serta pulp menjadikan buah utuh jauh lebih sehat daripada jus. Serat membantu pencernaan dan mengatasi sembelit,” ujar Dr. Patel.

3. Mengunyah buah adalah latihan yang baik bagi tubuh

Setiap orang sebaiknya mengunyah makanan dengan baik sebelum menelannya. Mengunyah perlahan membantu kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan pencernaan, serta mendukung penyerapan nutrisi. Mengunyah juga membantu mencegah makan berlebihan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Karena itu, Dr. Patel merekomendasikan mengunyah makanan sekitar 24 kali sebelum ditelan.

4. Membantu mengendalikan rasa lapar

Cara terbaik mengatasi lapar di sela waktu makan adalah dengan mengonsumsi buah. Buah yang dimakan sebagai camilan dapat mengatur nafsu makan dan mengurangi keinginan ngemil berlebihan. Buah menyediakan kalori yang cukup tanpa berlebihan, sehingga tetap mendukung aktivitas tubuh.

5. Membuat kenyang lebih lama

Buah utuh memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menghindari kebiasaan makan berlebihan atau mengonsumsi makanan cepat saji. Kebiasaan ini membantu mengelola berat badan, gula darah, dan risiko diabetes. Buah utuh juga menjaga tubuh tetap sehat dan bebas dari keinginan makan yang tidak terkontrol.