Kronologi Belasan WNA China Serang Anggota TNI dan Rusak Kendaraan di Area Tambang Emas Ketapang

Pertembangan/Unsplash

Sebanyak 15 warga negara asing (WNA) asal China diduga melakukan penyerangan dan perusakan di kawasan perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam insiden tersebut, lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan perusahaan dirusak.

Peristiwa terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 15.40 WIB, di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Para pelaku dilaporkan membawa senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum.

Chief Security PT SRM Imran Kurniawan membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kerusuhan bermula dari aktivitas mencurigakan berupa penerbangan drone di sekitar area perusahaan.

“Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China,” ujar Imran, Minggu (14/12/2025).

Awal Kejadian

Imran menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB, anggota pengamanan sipil PT SRM yang tengah berjaga melihat sebuah drone terbang di area perusahaan. Pada saat yang sama, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) Anjungan yang sedang melaksanakan Latihan Dasar Satuan (LDS) di lokasi ikut membantu melakukan pengejaran terhadap pilot drone tersebut.

“Saat anggota pengamanan kami mengejar pilot drone, lima anggota Yonzipur 6/SD yang sedang LDS di PT SRM ikut melakukan pengejaran. Jadi total ada enam orang,” jelas Imran.

Penyerangan Terjadi

Sekitar 300 meter dari pintu masuk PT SRM, petugas pengamanan dan anggota TNI menemukan empat WNA yang diduga menerbangkan drone. Namun, saat mereka turun dari kendaraan, sebelas WNA lainnya tiba-tiba datang dan langsung melakukan penyerangan.

“Mereka membawa empat bilah sajam, airsoft gun, serta alat setrum, lalu langsung menyerang anggota kami dan anggota TNI,” kata Imran.

Karena jumlah penyerang lebih banyak, enam petugas yang melakukan pengejaran memilih mundur dan berlari kembali ke area perusahaan untuk menghindari benturan lebih besar.

“Motif penerbangan drone maupun penyerangan sampai saat ini belum diketahui,” imbuhnya.

Kerugian dan Penanganan Awal

Akibat kejadian tersebut, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik PT SRM mengalami kerusakan berat. Pihak perusahaan juga berhasil mengamankan satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan pelaku sebagai barang bukti.

PT SRM kemudian berkoordinasi dengan Polsek Tumbang Titi untuk penanganan lebih lanjut. Aparat kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian.

Kapolsek Tumbang Titi Iptu Made Adyana membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, hingga Minggu malam, belum ada laporan resmi yang diajukan oleh pihak perusahaan.

“Belum ada laporan. Sampai dengan saat ini situasi sudah kondusif,” ujar Made Adyana.

Ia menambahkan, PT SRM masih berkoordinasi dengan tim pengacara terkait langkah hukum selanjutnya.