Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan, renovasi, dan modernisasi hingga 350-400 rumah sakit serta 10.000 puskesmas dalam tiga tahun ke depan. Komitmen itu ditegaskan saat meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6), setelah mendengar adanya warga yang meninggal dunia akibat terlambat mendapatkan layanan kesehatan.
Prabowo mengaku prihatin mendengar laporan seorang ibu hamil meninggal karena mengalami pendarahan saat melahirkan dan harus menempuh perjalanan jauh menuju rumah sakit.
“Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan saat melahirkan karena menuju rumah sakit memerlukan waktu yang lama. Hal ini harus kita atasi,” ujar Prabowo.
Menurut dia, pemerintah bersama Kementerian Kesehatan telah menyiapkan program besar untuk memperkuat layanan kesehatan hingga ke daerah.
“Saya sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah, dalam 3 tahun yang akan datang kita akan membangun, bila membangun baru, kalau bisa memperbaiki dan renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia. Kita juga akan memperbaiki dan modernisasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia,” katanya.
Prabowo menambahkan pemerintah telah membangun 22 RSUD sepanjang 2025 dan kembali membangun 22 rumah sakit lainnya pada 2026.
“Saudara-saudara, kita sudah membangun 22 RSUD pada tahun 2025 dan 2026 ini kita bangun 22 lagi. Dan saya katakan bahwa kita akan membangun dan memodernisasi 350 rumah sakit dalam 3 tahun yang akan datang,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui yang bertransformasi dari fasilitas kesehatan pratama menjadi rumah sakit umum tipe C dengan status akreditasi Paripurna.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini tanggal 10 Juni 2026 saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan bangga saya resmikan Rumah Sakit Umum Daerah KH. M. Thohir di Krui Pesisir Barat Lampung,” kata Prabowo.
Ia berpesan agar rumah sakit tersebut dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Saya berpesan agar rumah sakit ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan kepada rakyat dan masyarakat,” ujarnya.
Usai meresmikan rumah sakit, Prabowo menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung.
Dalam acara itu, Prabowo beberapa kali melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan HIPMI dan berkelakar telah memahami karakter para anggotanya.
“Kelakuannya sudah saya kenal semuanya itu juga. Jadi jangan macem-macem, aku sudah tahu kelakuanmu semua itu, gelagatnya pun sudah saya tahu,” ujarnya yang disambut tawa peserta.
Prabowo juga menceritakan pengalamannya menggunakan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad. Meski mengakui kendaraan tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan, ia tetap memilih menggunakannya sebagai bentuk dukungan terhadap produk nasional.
“Abis itu pakai mobil ya naik gunung, gredak-gredak. Tapi, ‘gredak’ enggak apa-apa. Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengungkap alasan dirinya berkali-kali maju dalam pemilihan presiden. Ia mengaku telah melihat adanya arah pembangunan yang menurutnya tidak tepat sejak dekade 1990-an.
“Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat kalau tahun ’90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat,” ujar Prabowo.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam memimpin bangsa justru kerap muncul dari dinamika di kalangan elite. Sementara masyarakat, kata dia, lebih memahami pentingnya kerja sama dan kerukunan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
“Rakyat paling ngerti untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam,” tandasnya.










