Semakin banyak perempuan Generasi Z terbuka menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua. Namun pengalaman para perempuan muda menunjukkan bahwa usia tidak selalu menjadi jaminan kedewasaan dalam sebuah hubungan.
Data aplikasi kencan Flirtini yang menganalisis lebih dari satu juta interaksi pengguna sepanjang 2024 menunjukkan hanya 26 persen perempuan Gen Z yang memilih berkencan dengan pria seusia mereka. Sebaliknya, sebanyak 38 persen lebih tertarik pada pria yang berusia empat hingga lebih dari 10 tahun lebih tua.
Meski demikian, sejumlah perempuan yang pernah menjalani hubungan dengan pasangan yang lebih tua mengaku perbedaan usia bukan faktor utama yang menentukan keberhasilan hubungan.
Bridgette, 20 tahun, mengisahkan pengalamannya berpacaran dengan pria berusia 30 tahun. Awalnya ia menganggap selisih usia satu dekade bukan masalah karena keduanya sama-sama bekerja, memiliki kehidupan sosial aktif, dan rutinitas yang serupa.
Namun seiring berjalannya waktu, ia justru melihat adanya kesenjangan dalam cara pandang dan tujuan hidup.
“Dia akan menjadi pacar yang sangat baik jika kami seusia. Tetapi ketika hubungan semakin serius, saya menyadari kami tidak berada di perahu yang sama,” ujarnya, seperti dikutip melalui Her Campus.
Menurut Bridgette, masalah terbesar bukan terletak pada usia, melainkan ketidaksesuaian arah hidup dan tingkat kematangan pribadi.
Pengalaman serupa dialami Jessica yang mulai berkencan dengan pria berusia 31 tahun saat dirinya masih berusia 21 tahun dan berstatus mahasiswa.
Pada awal hubungan, perbedaan usia tidak terasa mengganggu. Namun setelah beberapa waktu, perbedaan fase kehidupan mulai terlihat jelas.
Jessica masih aktif kuliah, mengikuti berbagai kegiatan kampus, dan mengeksplorasi banyak pilihan masa depan. Sementara pasangannya sudah mapan dalam karier dan memiliki prioritas hidup yang berbeda.
“Kami cocok dalam banyak hal, kecuali pada beberapa aspek kedewasaan. Dia lebih fokus pada karier jangka panjang yang sudah dipilih, sementara saya masih mencari berbagai kemungkinan,” katanya.
Menariknya, pengalaman sejumlah perempuan Gen Z justru menunjukkan bahwa pasangan yang lebih tua tidak selalu lebih matang.
Bridgette mengaku pernah menjalin hubungan dengan pria berusia 30 tahun yang menurutnya berada pada tahap kehidupan yang sama dengannya saat berusia 19 tahun.
“Saya memulai karier sangat muda. Dia berusia 30 tahun tetapi berada di posisi hidup yang sama dengan saya dan tidak memiliki keinginan untuk berkembang,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Zoey, 23 tahun, yang mengaku lebih sering menjadi pihak yang lebih dewasa dalam hubungan dengan pasangan yang lebih tua.
“Hanya karena pasangan Anda lebih tua bukan berarti dia lebih matang. Saya lebih sering merasa seperti pengasuh saat berkencan dengan pria yang lebih tua dibandingkan dengan pria seusia atau sedikit lebih muda,” katanya.
Menurut terapis hubungan sekaligus seksolog Sofie Roos, faktor yang lebih penting dibanding usia adalah keselarasan tujuan hidup, nilai, dan pandangan masa depan.
“Tidak terlalu penting apakah perbedaan usia mencapai 10 atau 20 tahun jika keduanya menginginkan hal yang sama dalam hidup, baik terkait karier, keluarga, gaya hidup, maupun nilai-nilai yang dianut,” ujarnya.
Chief Commercial Officer sekaligus Chief Matchmaker Tawkify, Brie Temple, menilai Generasi Z memiliki tingkat kesadaran emosional yang tinggi sehingga lebih cepat mengenali ketimpangan dalam pola komunikasi maupun hubungan.
Menurutnya, banyak anak muda saat ini tidak lagi menganggap usia sebagai indikator otomatis kedewasaan.
Karena itu, hubungan dengan perbedaan usia kini tidak lagi dipandang tabu oleh Generasi Z. Namun hubungan semacam itu juga tidak serta-merta dianggap ideal.
Sebaliknya, mereka cenderung melihatnya secara lebih kritis dengan mempertimbangkan kesesuaian tujuan hidup, tingkat kedewasaan, dan kualitas komunikasi dibanding sekadar angka usia.
“Saya tidak menyesali hubungan itu karena banyak pelajaran yang saya dapatkan. Tetapi saya menyarankan orang lain untuk mempertimbangkan terlebih dahulu posisi mereka dalam hidup sebelum menjalani hubungan dengan perbedaan usia yang jauh,” kata Jessica.










