PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan lonjakan efisiensi operasional yang signifikan dalam layanan pembiayaan perdagangan (trade finance). Bank pelat merah ini berhasil mempercepat proses penerimaan (onboarding) nasabah hingga 25 persen setelah melakukan sentralisasi sistem.
Percepatan ini dicapai BNI melalui adopsi teknologi Trade Innovation dari Finastra. Langkah strategis ini menyatukan operasional pembiayaan perdagangan domestik dan internasional yang sebelumnya terpisah, menggantikan sistem lama dengan satu platform terpusat.
General Manager Divisi Wholesale Product Transaction & Value Chain BNI, I G W Anantayoga, mengungkapkan bahwa integrasi ini tidak hanya memangkas waktu, tetapi juga memberikan kepastian layanan yang lebih cepat bagi nasabah.
“Solusi ini telah terintegrasi tanpa kendala dengan sistem perbankan inti kami, memberikan wawasan instan yang memungkinkan kami memroses dokumen perdagangan dengan cepat dan akurat,” ujar Anantayoga dalam keterangannya, Rabu (14/01).
Persetujuan Tuntas dalam Sehari
Dampak dari modernisasi sistem ini langsung terasa pada kecepatan layanan. BNI kini mampu menyelesaikan sebagian besar keputusan persetujuan transaksi hanya dalam waktu satu hari.
Bahkan, untuk beberapa layanan tertentu, BNI mampu memenuhi Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement/SLA) kurang dari tiga jam.
“Otomatisasi telah jauh lebih merampingkan pengoperasian dan menghasilkan efisiensi yang terukur,” tambah Anantayoga.
Selain efisiensi waktu, pembaruan teknologi ini turut mendongkrak kinerja bisnis. BNI mencatatkan kenaikan akuisisi pelanggan sebesar 10 persen pada tahun fiskal berjalan. Sistem ini kini melayani lebih dari 2.645 pelanggan perdagangan di lebih dari 160 cabang.
Sentralisasi Cabang Luar Negeri
Sebagai bagian dari perampingan proses, BNI juga tengah memindahkan pemrosesan dari sembilan lokasi kantor cabang luar negeri ke kantor pusat di Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan satu sumber data pelaporan yang akurat di seluruh wilayah, sembari tetap mempertahankan kepatuhan terhadap regulasi lokal masing-masing negara.
Arsitektur terpusat ini juga memudahkan BNI dalam melakukan analisis data canggih, pemodelan risiko, serta membuka peluang integrasi dengan mitra teknologi finansial (fintech) dan kecerdasan buatan (AI) di masa depan.










