RI Stop Impor Beras Sejak 2025, Wamentan: Caranya Ditanam, Bukan Dirapatkan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/FB

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil menghentikan impor beras dan mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Menurutnya, capaian ini adalah hasil dari kerja keras di lapangan, bukan sekadar wacana di ruang rapat.

Melalui unggahan di media sosialnya, Sudaryono menjelaskan bahwa kunci kemandirian pangan sederhana namun butuh konsistensi: menanam dan merawat.

“Tahun 2025 Indonesia sudah stop impor beras. Kita sudah swasembada. Kalau ada yang tanya caranya bagaimana, jawabannya ya ditanam, dirawat, dan dijaga, bukan hanya dirapatkan,” ujar Sudaryono, Jumat (16/01).

Pertahanan Negara Paling Dasar

Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa kesiapsiagaan pangan adalah bentuk pertahanan negara yang paling fundamental. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi krisis atau bencana, Indonesia tidak bisa terus-menerus mengandalkan bantuan negara tetangga.

“Kita mandiri bukan untuk gaya-gayaan, tapi supaya nasib perut rakyat tidak tergantung pada belas kasihan,” tegasnya.

Negara Tanggung Sawah Terdampak Bencana

Dalam penjelasannya, Sudaryono juga memaparkan komitmen pemerintah dalam melindungi petani dari risiko gagal panen akibat bencana alam. Ia menjamin negara akan turun tangan langsung membiayai perbaikan lahan yang rusak.

“Sawah yang rusak kena banjir, biar negara yang ambil alih. Kita cetak ulang sawahnya pakai uang negara, bibitnya kita kasih gratis, alatnya kita sediakan,” janji Sudaryono.

Selain itu, ia mengklaim bahwa distribusi pupuk yang dulunya sulit kini sudah lancar, irigasi dibenahi total, dan pemerintah menjamin pembelian hasil panen petani dengan harga yang pantas.