Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar acara silaturahmi perpisahan untuk melepas Hentoro Cahyono, yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi.
Dalam acara purna tugas yang digelar Kamis (29/1), Hentoro menyampaikan refleksi mendalam mengenai pengalamannya mengabdi di lembaga legislatif tersebut. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat terlibat langsung dalam menyukseskan agenda kenegaraan vital.
“Saya berkesempatan ikut menorehkan sejarah serta berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujar Hentoro.
Capaian Kinerja dan Penyerapan Anggaran
Hentoro mengakui bahwa tugas di MPR memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait akuntabilitas dan efektivitas program. Ia bersyukur, berkat koordinasi yang solid, target kinerja tahun lalu dapat tercapai dengan memuaskan.
“Alhamdulillah, tingkat penyerapan anggaran tahun lalu mencapai 95 persen, termasuk kegiatan sosialisasi daerah yang mencapai 90 persen,” paparnya.
Ia menekankan kepada para penerusnya bahwa kunci keberhasilan di lingkungan Sekretariat Jenderal adalah kerja sama tim. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Koordinasi lintas unit kerja menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” pesan Hentoro.
Kembali ke Korps Adhyaksa
Sebagai informasi, Hentoro memiliki rekam jejak panjang di lingkungan kejaksaan sebelum bertugas di MPR. Ia pernah menjabat posisi strategis seperti Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Belopa, Bangkalan, dan Bandar Lampung, serta Direktur di Lemhanas RI.
Setelah purna tugas dari MPR RI, Hentoro akan kembali ke instansi asalnya, Kejaksaan Agung RI, untuk mengabdi sebagai Jaksa Ahli Utama.
Acara perpisahan ini turut dihadiri oleh Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, serta jajaran pejabat eselon dan pegawai di lingkungan Setjen MPR RI.










