Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto marah melihat kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan ini ambruk signifikan.
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak merespons volatilitas pasar dengan emosi, melainkan fokus mencari solusi konkret.
“Enggak ya, seharusnya kan begini, kita semua kan harusnya begitu ya (tenang), bukan hanya Presiden. Nah itulah yang kemudian kita cari jalan keluarnya,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Senin (2/2).
Fokus Reformasi Regulasi
Prasetyo berpesan agar seluruh pihak tetap menjaga optimisme di tengah gejolak pasar modal. Ia memastikan pemerintah tengah melakukan pembenahan secara perlahan namun pasti.
Langkah perbaikan tersebut mencakup revisi sejumlah regulasi yang dianggap perlu untuk meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia.
“Regulasi-regulasi kita perbaiki beberapa hal sesuai dengan kebutuhan dan kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri, memperbaiki supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel, dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain,” jelasnya.
IHSG Longsor 5 Persen
Pernyataan istana ini muncul di tengah situasi pasar saham yang “kebakaran”. IHSG tercatat terjun bebas hingga 5,07 persen ke level 7.904,52 pada perdagangan sesi siang pukul 10.50 WIB.
Bursa Efek Indonesia (BEI) didominasi warna merah. Sebanyak 731 saham mengalami penurunan, dan hanya 68 saham yang mampu menguat. Sementara itu, 159 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat padat dengan volume mencapai 30,13 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,72 juta kali dengan nilai transaksi jumbo mencapai Rp16,29 triliun.










